ZONAPUBLIS- Mabes Polri mengirimkan 15 personel Disaster Victim Identification (DVI) ke Sumatera Barat untuk memperkuat proses identifikasi jenazah korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah. Pengiriman personel ini dipimpin oleh Kombes Pol dr. Wahyu Hidayati, SpS, selaku Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri.
Kombes Pol Wahyu Hidayati menjelaskan bahwa tambahan tenaga ini diperlukan mengingat banyaknya korban yang harus diidentifikasi dan kompleksitas kondisi jenazah di lapangan. “Personel kami diterjunkan untuk membantu percepatan identifikasi sehingga keluarga korban bisa segera mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Tim DVI melakukan pengumpulan data ante mortem dengan mendatangi keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga. Data tersebut mencakup ciri fisik, properti terakhir yang digunakan korban, hingga rekam medis.
Metode pencocokan juga dilakukan melalui pemeriksaan DNA. Sampel diambil dari bagian tubuh korban serta sampel pembanding dari pipi bagian dalam keluarga terdekat. Seluruh sampel DNA kemudian dikirim ke Pusdokkes Mabes Polri di Jakarta, dengan proses pencocokan diperkirakan memakan waktu 2 hari hingga 2 minggu, tergantung tingkat kesulitan.
Menurut tim DVI, salah satu hambatan terbesar adalah kondisi jenazah yang sudah tidak utuh atau tidak segar lagi akibat lamanya proses evakuasi dan faktor lingkungan. Hal ini membuat identifikasi secara visual maupun berdasarkan tanda-tanda fisik seperti pakaian menjadi sulit.
Polri mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga akibat bencana di Sumbar agar segera melapor ke posko ante mortem terdekat untuk pengambilan data dan sampel DNA. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mempercepat proses identifikasi dan pemulangan jenazah kepada pihak keluarga.














