ZONAPUBLIS – Pemerintah Kota Padang merancang agenda khusus bernuansa keagamaan untuk mengisi malam pergantian Tahun Baru 2026 bagi anak-anak dan remaja usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Program ini disiapkan sebagai alternatif positif agar generasi muda tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan Islam di Kota Padang, Senin (22/12/2025).
Rapat ini menjadi wadah penyamaan persepsi terkait konsep, teknis pelaksanaan, hingga dukungan lintas sektor.
Rakor dipimpin Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BPKAD, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan ormas Islam setempat.
Maigus Nasir menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan karakter sekaligus langkah preventif untuk menekan potensi kenakalan remaja yang kerap muncul pada malam Tahun Baru.
“Kita ingin anak-anak dan remaja menghabiskan malam pergantian tahun dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan edukatif, bukan berkeliaran tanpa tujuan yang justru berisiko,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dirancang dengan konsep keagamaan yang telah menjadi agenda rutin Pemko Padang pada tahun-tahun sebelumnya.
Pelaksanaannya dijadwalkan usai Salat Isya hingga menjelang tengah malam, dengan lokasi kegiatan tersebar di masjid dan surau di lingkungan masing-masing.
Peserta merupakan pelajar tingkat SD dan SMP, dengan pendampingan guru yang dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting, serta siaran langsung melalui kanal YouTube Balaikota TV.
Sebagai pusat kegiatan, Masjid Nurul Iman akan menjadi lokasi utama pelaksanaan acara. Agenda diawali dengan muhasabah, shalawat, Haflatul Qur’an, zikir dan doa bersama.
Selain itu, akan dilaksanakan Salat Isya berjamaah serta salat ghaib sebagai bentuk doa bagi para korban bencana yang hingga kini belum ditemukan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Padang juga menjadwalkan pelantikan Komite Daerah Ekonomi Syariah serta penyerahan santunan kepada perwakilan keluarga dari 12 korban bencana, yang rencananya diserahkan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, panitia turut menyiapkan pembagian doorprize bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Padang berharap malam Tahun Baru dapat dilalui dengan suasana yang lebih khusyuk, aman, dan bermakna, sekaligus memperkuat nilai-nilai religius serta pembinaan moral generasi muda.
“Kegiatan ini tetap kita laksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun tahun ini diharapkan lebih khidmat karena dikaitkan dengan musibah banjir bandang dan tanah longsor yang masih dirasakan masyarakat,” tutur Maigus Nasir.














