ZONAPUBLIS – Sumatera Barat kembali memiliki destinasi wisata religi yang menarik perhatian masyarakat. Kehadiran Masjid Al Fauzan di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menawarkan perpaduan antara keindahan arsitektur modern, suasana spiritual, dan panorama pesisir yang memikat.
Masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Kapal Pesiar Al Fauzan ini tampil unik karena bentuk bangunannya menyerupai kapal pesiar raksasa. Dengan tinggi mencapai sekitar 28 meter, masjid tersebut menjadi salah satu ikon baru yang mencuri perhatian wisatawan maupun warga lokal.
Lokasinya yang berada dekat kawasan pantai memberikan kesan seolah-olah bangunan tersebut sedang berlayar di atas lautan. Pemandangan semakin memukau saat matahari mulai terbenam, menciptakan suasana yang indah dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang gemar berburu foto.
Selain memiliki desain yang berbeda dari kebanyakan masjid, akses menuju lokasi juga cukup mudah. Masjid ini berada di jalur strategis yang menghubungkan Kota Padang dan Pariaman melalui kawasan Ulakan serta tidak jauh dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Faktor tersebut membuatnya mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Ramai Dikunjungi Sejak Dibuka
Sejak mulai difungsikan menjelang Ramadan 2026, Masjid Al Fauzan terus menjadi tujuan kunjungan masyarakat. Tidak hanya untuk beribadah, banyak pengunjung yang datang untuk melihat langsung keunikan arsitekturnya maupun menikmati suasana kawasan pesisir di sekitarnya.
Seorang warga setempat, Ali Junir, mengungkapkan bahwa masjid tersebut mulai dibuka untuk umum menjelang bulan suci Ramadan tahun ini.
“Masjid ini mulai dibuka menjelang puasa. Sejak saat itu, jumlah pengunjung terus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan wisatawan biasanya mengalami lonjakan pada akhir pekan. Pengunjung tidak hanya berasal dari Padang Pariaman, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Sumatera Barat bahkan luar provinsi.
“Hari biasa tetap ramai, tetapi paling banyak saat Jumat, Sabtu, dan Minggu. Banyak juga yang datang dari luar daerah,” katanya.
Meski telah digunakan oleh masyarakat, proses penyempurnaan pembangunan masih terus dilakukan di beberapa bagian bangunan.
“Masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai sepenuhnya. Namun hal itu tidak mengurangi minat masyarakat untuk datang berkunjung,” tambahnya.
Difungsikan Sebagai Tempat Ibadah
Selain menjadi objek wisata religi, Masjid Al Fauzan juga aktif digunakan sebagai sarana ibadah bagi masyarakat sekitar. Bangunan masjid terdiri dari dua lantai yang dirancang untuk menunjang kegiatan keagamaan sehari-hari.
Garim masjid, Alzikri Febriah, menjelaskan bahwa kapasitas masjid mampu menampung lebih dari seratus jemaah dalam satu waktu.
“Masjid ini memiliki dua lantai yang digunakan untuk pelaksanaan salat berjamaah. Kapasitasnya bisa menampung lebih dari 100 jemaah,” jelasnya.
Menurut Alzikri, sejak Ramadan lalu masjid telah dimanfaatkan secara rutin untuk pelaksanaan salat lima waktu dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Dengan kombinasi arsitektur yang unik, lokasi yang strategis, serta fungsi sebagai pusat ibadah, Masjid Al Fauzan kini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang semakin dikenal di Sumatera Barat. Keberadaannya tidak hanya memperkaya pilihan destinasi wisata daerah, tetapi juga menjadi simbol perpaduan antara nilai keagamaan dan kreativitas desain modern di Ranah Minang. (Zp)







