Berita

Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

×

Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Penumpang bandara 69
( Foto: sumber, TribunTanggerang.com, Ikhwana Mutuah Mico )

ZONAPUBLIS – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh maskapai memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang yang terdampak penghentian sementara operasional sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penumpang yang penerbangannya terganggu diminta tetap mendapatkan hak untuk mengubah jadwal penerbangan (reschedule) maupun mengajukan pengembalian dana tiket (refund) sesuai ketentuan yang berlaku.

Dudy mengatakan, pemerintah telah mengingatkan seluruh operator penerbangan agar tidak mengabaikan hak pengguna jasa akibat kondisi tersebut.

“Kami sudah menyampaikan bahwa semua airlines harus memfasilitasi hak-hak penumpang untuk melakukan reschedule maupun refund tiketnya,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Ia mengakui belum memperoleh laporan secara menyeluruh mengenai jumlah maskapai yang telah memproses pengembalian dana. Namun, kewajiban memberikan layanan kepada penumpang tetap harus dijalankan oleh setiap operator penerbangan.

Baca Juga  301 Penerbangan di Soetta Batal, 35 Ribu Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Refund Tiket Dijamin Penuh

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa turut menegaskan bahwa penumpang yang penerbangannya dibatalkan karena kondisi abu vulkanik berhak memperoleh pengembalian biaya tiket secara penuh.

Menurutnya, mekanisme refund dalam kondisi tersebut berlaku 100 persen. Kebijakan itu diterapkan karena pembatalan penerbangan terjadi akibat faktor keselamatan yang berada di luar kendali penumpang.

“Untuk pembatalan atau refund penerbangan itu berlaku 100 persen,” kata Lukman.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mencegah penumpang mengalami kerugian akibat penghentian penerbangan.

Baca Juga  Kebakaran Landa Gedung Bapenda Kota Padang, Api Berasal dari Ruang Rapat Lantai Dua

Lima Bandara Alternatif Disiapkan

Selain memberikan pilihan refund dan reschedule, pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk membantu menjaga konektivitas penerbangan.

Lima bandara yang disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam yakni Bandara Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Adi Soemarmo Solo.

Pemerintah bersama InJourney Airports juga menyediakan transportasi darat gratis bagi penumpang. Layanan tersebut berupa bus dan kereta api dari Bandara Soekarno-Hatta menuju sejumlah bandara alternatif.

Langkah ini diharapkan dapat membantu penumpang yang tetap harus melakukan perjalanan meski penerbangan dari bandara asal mengalami gangguan.

Baca Juga  Sumbar Terima Bantuan Penanganan Bencana Rp2,5 Miliar dari Pemprov Jawa Timur

Delapan Bandara Masih Ditutup Sementara

Hingga Minggu malam, 6 September 2026, terdapat delapan bandara yang operasionalnya masih dihentikan sementara sebagai dampak dari kondisi abu vulkanik.

Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.

Penghentian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan. Kondisi tersebut membuat maskapai harus menyesuaikan jadwal penerbangan sekaligus memberikan alternatif layanan kepada penumpang.

Masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan terdampak disarankan terus memantau informasi resmi dari maskapai maupun pengelola bandara sebelum menuju lokasi keberangkatan. (red)