ZONAPUBLIS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara operasional delapan bandara akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini berdampak pada 467 jadwal penerbangan dan sekitar 150.000 calon penumpang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, penutupan dilakukan berdasarkan evaluasi ketat dan hasil uji kertas (paper test) demi menjamin keselamatan penerbangan.
“Apabila sebaran abu masih banyak dan hasil paper test menunjukkan indikasi positif, kami tidak akan memaksakan bandara beroperasi,” ujar Menhub Dudy di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
Bandara Soekarno-Hatta ditutup resmi pukul 13.23 hingga 17.30 WIB berdasarkan NOTAM A3348/26. Tujuh bandara lainnya yang ikut ditutup meliputi:
- Bandara Halim Perdanakusuma
- Bandara Radin Inten II Lampung
- Bandara Husein Sastranegara
- Bandara Budiarto Curug
- Bandara Pondok Cabe
- Bandara Taufik Kiemas
- Bandara Atung Bungsu
Penghentian operasional ini berdampak pada 409 rute domestik dan 58 rute internasional. Guna mengurai penumpukan, Kemenhub menyiapkan opsi pengalihan rute pendaratan ke bandara alternatif seperti Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Kertajati.
Kemenhub menginstruksikan maskapai agar proaktif memberikan kepastian status penerbangan serta menjamin hak pengembalian dana (refund) tiket bagi penumpang terdampak. Sementara itu, operasional penyeberangan lintas Merak–Bakauheni dilaporkan masih berjalan normal dengan pengawasan ketat.














