ZONAPUBLIS- Muslimah dinilai memiliki peran strategis dalam politik, khususnya dalam menentukan arah kebijakan yang berdampak langsung terhadap keluarga dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt., M.Si., CA., QIA, Ketua Satu Pena Sumatera Barat, Founder IMLF sekaligus eks Anggota DPRD Sumatera Barat, dalam materi bertajuk “Muslimah dalam Politik Perspektif Islam: Memperkuat Peran Strategis dalam Menentukan Arah Perubahan Umat.”
Sastri menekankan bahwa politik tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mengelola kepentingan dan kemaslahatan umat.
Menurutnya, keterlibatan muslimah penting karena kebijakan publik turut menentukan masa depan pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan anak hingga keluarga.
Ia juga menyoroti keterwakilan perempuan di parlemen yang masih menjadi tantangan. Kehadiran perempuan di politik, katanya, seharusnya tidak hanya sekadar memenuhi angka keterwakilan, tetapi mampu “mewarnai” dan “menggarami” proses pengambilan kebijakan.
Untuk memperkuat peran tersebut, Sastri menawarkan strategi 5B, yakni Belajar, Berjejaring, Berdakwah, Bertarung, dan Berkeluarga.
“Muslimah bukan pelengkap. Muslimah adalah penentu arah,” menjadi pesan utama yang disampaikan Sastri.
Ia mendorong muslimah untuk berani belajar, membangun jejaring dan hadir di ruang politik dengan tetap menjaga integritas serta nilai-nilai Islam.







