Peristiwa

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Simulasi Kebakaran di SPBU Koto Tangah Padang

×

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Simulasi Kebakaran di SPBU Koto Tangah Padang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260507 WA0002 1

ZONAPUBLIS- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melaksanakan Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat dengan skenario kebakaran sepeda motor di area Pulau Pompa SPBU 14.251.520, Jalan By Pass Tanjung Aur, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Emergency Response guna memastikan kesiapan personel, keandalan sistem, serta efektivitas penanganan keadaan darurat di tingkat operasional SPBU.

Dalam simulasi, kebakaran bermula dari kebocoran tangki bahan bakar sepeda motor yang menyebabkan BBM mengalir ke bagian mesin dan memicu percikan api saat kendaraan dinyalakan. Api kemudian menyala di area pulau pompa SPBU.

Merespons kondisi tersebut, petugas SPBU langsung menjalankan prosedur tanggap darurat secara cepat dan terkoordinasi. Penanganan dimulai dari penghentian operasional melalui emergency shut-off, pelepasan nozzle, pemberian peringatan darurat, hingga proses pemadaman menggunakan APAR dan APAB.

Baca Juga  Pertamina Batalkan Rencana Pembelian BBM Subsidi dengan STNK

Selain itu, dilakukan evakuasi korban dan kendaraan ke area aman serta pengaktifan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di lokasi kejadian.

Simulasi ini turut melibatkan sejumlah unsur lintas sektor seperti pemadam kebakaran, kepolisian, Koramil/TNI, fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat, hingga masyarakat sekitar sebagai bagian dari penguatan koordinasi sistem tanggap darurat terpadu.

Tidak hanya itu, kegiatan juga diikuti para pengawas SPBU se-Kota Padang sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat di wilayah operasional masing-masing.

Region Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, mengatakan simulasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan personel di garis depan operasional.

Baca Juga  Pertamina Tambah Pasokan LPG 19,5 Persen di Sumbar Jelang Idulfitri 2026

“Simulasi ini difokuskan pada kemampuan respons awal di tingkat SPBU, sehingga setiap operator dan petugas memiliki kesiapan dalam melakukan tindakan cepat, tepat, dan sesuai prosedur saat menghadapi kondisi darurat. Kami juga memastikan koordinasi dengan stakeholder eksternal dapat berjalan efektif sebagai bagian dari sistem tanggap darurat terpadu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi berkelanjutan dalam memperkuat budaya HSSE di lingkungan operasional.

“Melalui simulasi ini, kami memastikan bahwa aspek keselamatan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga teruji dalam praktik di lapangan, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan,” tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baca Juga  Pasca Galodo, Pertamina Salurkan Sembako dan Perlengkapan Sekolah di Solok

“Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap potensi risiko di SPBU telah diantisipasi dengan sistem, prosedur, dan kesiapan personel yang terstandar, sehingga masyarakat dapat tetap merasa nyaman dalam beraktivitas,” katanya.

Melalui simulasi ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan HSSE Golden Rules, yakni Patuh, Intervensi, dan Peduli, sebagai landasan utama dalam menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan di seluruh wilayah operasional.