ZONAPUBLIS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas pertumbuhan kinerja serta capaian positif PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Tahun 2026 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Sidang tersebut menjadi momentum penting dalam penyampaian laporan kinerja pemerintahan serta berbagai capaian strategis nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti keberhasilan Pegadaian yang membukukan pertumbuhan laba signifikan pada Semester I Tahun 2026. Berdasarkan catatan hingga 30 Juni 2026, Pegadaian sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,59 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 84,4% secara tahunan (year-on-year) apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,58 triliun.
Selain kinerja keuangan, Kepala Negara turut menggarisbawahi peran strategis Bank Emas dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas emas di dalam negeri. Sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin penyelenggaraan kegiatan usaha bullion, Pegadaian terus memperkuat ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir. Saat ini, total portofolio bisnis Pegadaian berbasis emas telah mencapai sekitar 153 ton.
Motivasi bagi Insan Pegadaian di Daerah
Menanggapi apresiasi tersebut, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah II Pekanbaru, Agus Riyadi, menyatakan bahwa pengakuan dari Presiden Republik Indonesia menjadi sebuah kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi seluruh Insan Pegadaian, termasuk di wilayah kerja Kanwil II Pekanbaru, untuk terus memberikan dedikasi terbaik serta memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta apresiasi yang diberikan Bapak Presiden kepada Pegadaian. Bagi kami, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh Insan Pegadaian, kepercayaan masyarakat, dukungan pemerintah, serta transformasi bisnis yang terus dilakukan,” ujar Agus.
Menurut Agus, penguatan bisnis emas dan kehadiran Bank Emas merupakan langkah strategis yang membuka peluang luas bagi Pegadaian untuk semakin dekat dengan masyarakat serta mengoptimalkan potensi emas nasional. Pengembangan ekosistem bullion dinilai tidak hanya berdampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan nilai tambah ekonomi yang inklusif.
“Sebagai bagian dari Pegadaian, kami di Kantor Wilayah II Pekanbaru akan terus mendukung penguatan ekosistem emas nasional melalui peningkatan akses dan literasi masyarakat terhadap berbagai layanan berbasis emas,” tambahnya.
Komitmen Memperluas Inklusi Keuangan
Agus menegaskan, momentum apresiasi tersebut akan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Insan Pegadaian di wilayah Riau dan sekitarnya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas inklusi keuangan. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan dalam memperkuat ekosistem emas guna mewujudkan cita-cita “MengEMASkan Indonesia”.
Sebelumnya, layanan Bank Emas secara resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo pada 26 Februari 2025 di Pegadaian Tower, Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta Pusat. Kehadiran layanan tersebut dirancang sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan serta kemandirian ekonomi nasional.
Ke depan, PT Pegadaian (Persero) berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan positif, memperkuat layanan bisnis berbasis emas, mengembangkan bisnis bullion, serta mengakselerasi transformasi digital guna memperluas akses masyarakat terhadap ekosistem keuangan nasional.














