ZONAPUBLIS – PT Pegadaian (Persero) bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) memperkuat komitmen penanganan stunting melalui program nasional Merdeka Stunting 2026. Mengusung subtema “Gerakan Bersama Pegadaian–POGI Menuju Indonesia Emas Bebas Stunting,” kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 36 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Di Provinsi Riau, program dipusatkan di Kantor Wilayah PT Pegadaian Pekanbaru dan diikuti oleh 30 ibu hamil dari kalangan nasabah serta masyarakat sekitar, Senin (24/8).
Program ini menghadirkan rangkaian layanan kesehatan komprehensif bagi ibu hamil, meliputi pemeriksaan kehamilan, USG gratis 4 dimensi, konsultasi parenting bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta pembagian multivitamin dan suplementasi gizi dari PT Dexa Medica Jakarta.
Inovasi Layanan Tambahan dan Dukungan Lintas Sektor
Pelaksanaan di Riau memiliki kekhususan berupa layanan pemeriksaan mata gratis. Didukung oleh dokter spesialis mata dari Riau Eye Centre Pekanbaru, pemeriksaan ini memanfaatkan peralatan modern berteknologi terkini.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru yang diwakili oleh Abdul Malik menyampaikan, program Pegadaian Peduli merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan bagi masyarakat.
“Melalui Pegadaian Peduli, kami ingin memastikan bahwa keberadaan Pegadaian tidak hanya memberikan manfaat melalui layanan keuangan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial yang berdampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Abdul Malik.
Ia menambahkan, rangkaian program ini sebelumnya telah berjalan di Solok (kerja sama dengan POGI Sumbar), dilanjutkan hari ini di Pekanbaru (POGI Riau), dan berikutnya di Batam (POGI Kepri).
Ketua POGI Cabang Riau, dr. Hendry Adi Syaputra, M.Ked (OG), Sp.OG, menyambut baik sinergi ini. Ia memaparkan data bahwa prevalensi stunting di Provinsi Riau menunjukkan tren positif, turun dari 22,3 persen pada 2021 menjadi 17,0 persen pada 2022.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen PT Pegadaian dan POGI yang memfasilitasi gerakan mulia ini di 36 kota. Kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha dan organisasi profesi menjadi kunci mempercepat Indonesia Bebas Stunting,” tegas dr. Hendry.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, ST, M.Arch, turut mengapresiasi langkah strategis tersebut. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Penanganan stunting ini bukannya tugas pemerintah saja. Tentu harapan kami seluruh stakeholder terlibat,” kata Markarius.
Pelaksanaan program di Pekanbaru juga melibatkan kolaborasi kuat dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta sejumlah mitra fasilitas kesehatan, seperti RS Zainab, RS Syafira, RS Hermina, D’Lima Clinic, dan Bakti Clinic.
Melalui sinergi ini, para peserta mendapatkan edukasi SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia), pemahaman pemenuhan nutrisi, serta bekal pemeriksaan rutin guna memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga sejak dalam kandungan demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang bebas stunting.














