ZONAPUBLIS – Drama perebutan kuota wakil Sumatra Barat (Sumbar) di Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 berakhir manis bagi PSPP Padang Panjang. Sempat tidak masuk daftar peserta nasional, klub berjuluk Laskar Marapi ini akhirnya dipastikan lolos setelah layangan protes resmi mereka dikabulkan oleh PSSI Pusat.
Kepastian tersebut tertuang dalam Surat PSSI Nomor 2444/PGD/229/V-2026 tertanggal 18 Mei 2026 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi. Berdasarkan unggahan di akun Instagram resmi klub (@pspp_padangpanjang), PSSI menetapkan dua wakil Sumbar untuk melaju ke putaran nasional, yaitu PSP Padang dan PSPP Padang Panjang.
“Ya, PSPP menjadi wakil kedua PSSI Sumatra Barat ke putaran nasional Liga 4 2025/2026. Saat ini saya sedang mengikuti managers meeting terkait hal tersebut,” ujar Plt Ketua PSSI Sumbar, H. Indra Dt Rajo Lelo, S.H., M.M., saat dikonfirmasi pada Senin (18/5/2026) sore.
Sebelumnya, Sumatra Barat hanya dijatah satu kuota, yang membuat PSPP Padang Panjang otomatis tersingkir. Manajemen PSPP langsung melayangkan keberatan karena menilai penentuan kuota tersebut tidak adil dan tidak sesuai dengan fakta kompetisi di daerah.
Melalui surat resmi tertanggal 13 Mei 2026, manajemen PSPP mempertanyakan transparansi PSSI Pusat dalam menentukan 64 tim peserta nasional. Mereka membandingkan Liga 4 Sumbar yang diikuti 10 tim dengan total 12 pertandingan hingga babak final, sementara ada provinsi lain yang menggelar laga lebih sedikit namun mendapatkan kuota lebih banyak. Protes ini juga mendapat dukungan penuh dari PSSI Sumbar.
Titik terang muncul setelah PS Kubu Raya memilih mundur dari Liga 4 Nasional Piala Presiden 2025/2026. Kekosongan slot tersebut akhirnya diberikan kepada PSPP Padang Panjang sebagai tim pengganti resmi.
Pasca-keputusan ini, PSSI langsung bergerak cepat dengan menggelar managers meeting secara daring pada Senin (18/5/2026). Selain itu, seluruh pemain dan ofisial tim diwajibkan mengikuti Workshop Laws of the Gamesebagai bagian dari persiapan teknis kompetisi.
Ketua Umum PSPP, Irsyad Hanif, menyambut emosional keputusan ini dan mengapresiasi perjuangan semua pihak.
“Alhamdulillah, akhirnya ada kepastian. Ini bukan hanya kabar baik untuk PSPP, tetapi juga untuk masyarakat dan pencinta sepak bola Padang Panjang serta Sumatra Barat yang terus mengawal proses ini,” ungkap Irsyad.
Ia berharap kepastian ini menjadi suntikan motivasi bagi para pemain dan tim pelatih untuk segera menggenjot persiapan demi membawa nama baik Sumatra Barat di kancah nasional.














