Berita

Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Tugas Basarnas dan BNPB

×

Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Tugas Basarnas dan BNPB

Sebarkan artikel ini

Memahami garis batas tugas keduanya menjadi krusial agar masyarakat tahu ke mana harus melapor dan bantuan apa yang bisa diharapkan dari masing-masing lembaga

IMG 9118

ZONAPUBLIS – Di tengah frekuensi bencana alam yang kerap melanda tanah air, wajah petugas berseragam oranye dan personel dengan atribut taktis sering kali terlihat saat proses evakuasi berlangsung.

Namun, di balik keberadaan mereka di garis depan, masyarakat masih sering keliru menyamakan antara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Meski keduanya berada di bawah koordinasi langsung Presiden, Basarnas dan BNPB memiliki mandat, fokus operasional, dan payung hukum yang berbeda secara fundamental.

Memahami garis batas tugas keduanya menjadi krusial agar masyarakat tahu ke mana harus melapor dan bantuan apa yang bisa diharapkan dari masing-masing lembaga.

1. Perbedaan Fokus Utama: Penyelamatan vs Manajemen

Secara garis besar, perbedaan paling mencolok terletak pada objek yang ditangani. Basarnas berfokus pada Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR). Fokus utama mereka adalah nyawa manusia yang berada dalam kondisi darurat atau terancam, baik akibat kecelakaan penerbangan, pelayaran, kecelakaan transportasi dengan penanganan khusus, maupun bencana.

Baca Juga  Hujan Meteor Geminid Hiasi Langit Indonesia hingga 20 Desember 2025

Di sisi lain, BNPB bertugas melakukan Manajemen Bencana secara menyeluruh. Peran BNPB jauh lebih luas, mencakup seluruh siklus bencana mulai dari pra-bencana (mitigasi dan kesiapsiagaan), saat tanggap darurat (koordinasi logistik dan pengungsian), hingga pasca-bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan).

2. Lingkup Operasional: Spesialis Lapangan vs Komando Strategis

Basarnas dapat diibaratkan sebagai “pasukan khusus” yang diterjunkan langsung ke titik paling berbahaya untuk mengevakuasi korban. Operasi mereka sangat teknis, melibatkan keahlian mendaki, menyelam, hingga teknik evakuasi di reruntuhan bangunan.

Sebaliknya, BNPB bertindak sebagai “panglima” atau koordinator. BNPB tidak hanya mengurusi satu titik kejadian, tetapi mengatur alur bantuan logistik, menyiapkan tenda pengungsian, memastikan pasokan makanan tersedia, dan mengoordinasikan puluhan kementerian serta lembaga lainnya untuk terlibat dalam pemulihan dampak bencana.

Baca Juga  Kontribusi Kementrian PU bersama Hutama Karya Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Sumbar

3. Fase Kerja dalam Siklus Bencana

Perbedaan juga terlihat sangat jelas pada linimasa kerja mereka:

  • Basarnas: Umumnya hanya muncul dan bekerja sangat intensif pada fase Tanggap Darurat. Begitu semua korban ditemukan atau operasi SAR dinyatakan ditutup sesuai prosedur, tugas Basarnas berakhir
  • BNPB: Bekerja sepanjang tahun tanpa henti. Sebelum bencana terjadi, mereka melakukan pemetaan zona merah dan sosialisasi mitigasi. Saat bencana, mereka mengurus pengungsi. Setelah bencana usai, mereka masih ada di lapangan untuk membangun kembali rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.

4. Dasar Hukum yang Berbeda

Ketajaman tugas kedua lembaga ini dipertegas melalui undang-undang yang berbeda. Basarnas berdiri tegak di atas UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Sementara itu, BNPB beroperasi berdasarkan mandat UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Baca Juga  Polresta Padang Dirikan Pos Pelayanan Terpadu di Kawasan Pantai Padang Saat Libur Lebaran

Sinergi dalam Satu Komando

Meskipun berbeda fungsi, kedua lembaga ini tidak bekerja secara terpisah. Dalam sebuah situasi bencana besar, Kepala BNPB biasanya bertindak sebagai koordinator pengendali operasi bencana, sementara Basarnas memimpin operasional SAR di bawah komando taktis tersebut.

Sinergi inilah yang memastikan bahwa pencarian korban hilang dilakukan secara efektif sementara kebutuhan dasar para penyintas di pengungsian tetap terpenuhi.

Dengan mengetahui perbedaan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi bingung. Jika ada orang hilang atau terjebak dalam musibah, Basarnas adalah tujuannya. Namun, jika bicara soal bantuan logistik, rumah rusak, atau pencegahan banjir, BNPB adalah lembaga yang berwenang.