Berita

Transformasi Sampah Jadi Energi, Padang Siap Bangun PLTSa Regional

×

Transformasi Sampah Jadi Energi, Padang Siap Bangun PLTSa Regional

Sebarkan artikel ini
FB IMG 1774626166670

ZONAPUBLIS– Pemerintah Kota Padang tengah mematangkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional yang didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan investasi strategis nasional.

​Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengungkapkan bahwa urgensi proyek ini didasari oleh volume sampah Kota Padang yang mencapai 700 hingga 800 ton per hari. Saat ini, sekitar 70% dari jumlah tersebut masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa pengolahan lanjutan.

​”Kami melihat potensi pengolahan sebesar 450 hingga 500 ton per hari untuk mendukung operasional PLTSa. Ini bukan hanya untuk Padang, tapi menjadi solusi regional bagi daerah tetangga seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, dan Solok,” ujar Fadly saat bertemu dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharrullah di Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga  Dampak Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah Meluas, 5.777 Jiwa dan 40 Desa-Kelurahan Terdampak

Mendukung rencana ini, Pemko Padang tengah memproses pembebasan lahan seluas belasan hektar di kawasan Air Dingin yang akan difungsikan sebagai lokasi fasilitas pengolahan sampah modern.
​
​Direktur Perlindungan Pengolahan Mutu Air KLH, Tulus Laksono menyatakan bahwa perubahan paradigma dari sekadar menimbun sampah (sanitary landfill) menjadi pengolahan energi adalah kebutuhan mendesak bagi kota besar seperti Padang.

​”Harapan KLHK adalah semua TPA beralih dari sanitary landfill ke pengelolaan yang memiliki nilai ekonomi. Lahan semakin terbatas, maka sampah menjadi energi adalah solusi paling ideal,” jelasnya.

Baca Juga  Wali Kota Padang Tinjau Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Kuranji Padang

​Terkait skema pendanaan, pihak KLH mengungkapkan pola baru yang melibatkan lembaga pengelola investasi nasional. Investasi direncanakan mencapai 100% yang bersumber dari Danantara. Pengelola akan ditunjuk oleh Danantara dengan syarat memiliki teknologi yang sudah terbukti berhasil di daerah lain. Proyek ini masuk dalam daftar prioritas yang diminta langsung oleh Presiden untuk segera direalisasikan.

​Dalam kajian kelayakan (feasibility), Pemko Padang menyimpulkan bahwa dua teknologi, yakni RDF (Refuse Derived Fuel) dan PLTSa, dapat berjalan beriringan (komplementer) untuk menghabiskan seluruh volume sampah harian.

​Keberlanjutan proyek ini juga menarik minat serius dari sektor swasta. Salah satunya adalah Direktur Medco yang menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi, mengingat perusahaan tersebut telah memiliki rekam jejak investasi panas bumi di wilayah Sumatera Barat.

Baca Juga  Pemerintah Targetkan 2.500 Desa Terhubung Internet pada 2026

​Langkah besar ini selaras dengan prestasi Kota Padang yang saat ini menduduki peringkat ke-8 nasional dalam kategori “Menuju Kota Bersih”. Hadirnya PLTSa, Kota Padang optimistis dapat meningkatkan peringkat tersebut sekaligus menjamin keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

​Saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan dengan kementerian terkait untuk sinkronisasi anggaran dan pemenuhan syarat desain teknis agar pembangunan pabrik di TPA Air Dingin dapat segera dimulai.