ZONAPUBLIS – Danau Cimpago, yang merupakan salah satu ikon wisata sekaligus infrastruktur penting di Kota Padang, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Destinasi yang terletak di kawasan Pantai Padang (Taplau) ini terpantau mengalami pencemaran parah dengan air yang menghitam dan aroma tidak sedap.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, tumpukan sampah terlihat mengapung di permukaan danau buatan tersebut.
Padahal, Danau Cimpago memiliki fungsi vital sebagai pengendali banjir dan penunjang estetika kawasan Lapau Panjang Cimpago (LPC) yang menjadi pusat kuliner bagi wisatawan.
Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh rendahnya kesadaran oknum masyarakat dan wisatawan dalam menjaga kebersihan, ditambah dengan jadwal pembersihan yang dinilai tidak rutin.
Namun, faktor infrastruktur penunjang juga ditengarai menjadi penyebab penurunan kualitas lingkungan di sana.
Ita, seorang juru parkir di kawasan Taplau, mengungkapkan bahwa buruknya aroma di sekitar danau juga diperparah oleh penyalahgunaan fungsi danau sebagai tempat buang air kecil saat malam hari.
“Kondisi kotor ini sudah berlangsung lama. Karena lokasi toilet umum terbilang jauh dan hanya tersedia di satu titik, tak jarang wisatawan terpaksa buang air di sekitar danau pada malam hari. Hal inilah yang membuat bau menyengat semakin tajam setiap harinya,” ujar Ita kepada wartawan Zona Publis, Minggu, 25 Januari 2026.
Masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan LPC berharap Pemerintah Kota Padang segera mengambil langkah nyata. Tidak hanya sekadar pembersihan rutin, namun juga penambahan fasilitas sanitas (toilet umum) di beberapa titik strategis serta pengawasan yang lebih ketat.
Pembenahan Danau Cimpago dinilai mendesak demi mengembalikan fungsi estetika kawasan wisata, sehingga minat kunjungan wisatawan ke Pantai Padang tetap terjaga dan tidak terganggu oleh masalah pencemaran lingkungan.














