BeritaPeristiwa

Warga Waisakai Tewas Ditelan Ular Piton 7 Meter, Jasad Ditemukan dalam Perut

×

Warga Waisakai Tewas Ditelan Ular Piton 7 Meter, Jasad Ditemukan dalam Perut

Sebarkan artikel ini
IMG 20260910 WA0008

ZONAPUBLIS— Warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang warga bernama Hasim Lumbessy (40) yang ditemukan di dalam perut ular piton sepanjang sekitar tujuh meter, Senin (27/7/2026).

Hasim dilaporkan hilang setelah melakukan perjalanan dari kawasan Desa Kobo menuju Desa Waisakai melalui jalur hutan. Hingga sore hari, korban tidak kunjung tiba di tempat tujuan sehingga warga mulai melakukan pencarian.

Kecurigaan warga semakin kuat setelah mereka menemukan sejumlah barang milik korban di sepanjang jalur yang diduga dilalui Hasim.

Baca Juga  Hujan dan Angin Kencang di Agam, Pohon Tumbang Rusak Enam Kedai Warga

Barang tersebut di antaranya tas ransel, sandal, dan senter. Warga juga menemukan bercak darah di sekitar lokasi.

Warga kemudian memperluas pencarian ke kawasan hutan. Saat menyisir area tersebut, mereka menemukan jejak ular berukuran besar yang mengarah pada seekor ular piton dengan kondisi perut membesar.

Ular tersebut kemudian dilumpuhkan oleh warga. Setelah diperiksa dan dibelah, warga menemukan jasad Hasim di dalam perut ular tersebut.

Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan, korban diduga diterkam ular piton berukuran sekitar tujuh meter sebelum kemudian ditelan.

Baca Juga  Pemasangan Balok Jembatan, Tol Padang-Sicincin KM 19 Diberlakukan Buka-Tutup

Jasad korban selanjutnya dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Peristiwa tersebut membuat warga sekitar kembali diingatkan mengenai potensi keberadaan satwa liar di kawasan hutan dan perkebunan.

Kepala Desa Waisakai mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan tersebut. Warga juga disarankan tidak bepergian seorang diri, terutama ketika memasuki kawasan hutan pada waktu malam hingga dini hari.

Masyarakat diminta tetap berhati-hati mengingat kawasan hutan di sekitar desa masih menjadi habitat berbagai jenis satwa liar.

Baca Juga  Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Bencana Palembayan Agam