Berita

Waspada Silent Call dari Nomor Tak Dikenal, Bisa Jadi Modus Awal Penipuan

×

Waspada Silent Call dari Nomor Tak Dikenal, Bisa Jadi Modus Awal Penipuan

Sebarkan artikel ini
Silent Call

ZONAPUBLIS – Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena silent call atau panggilan hening dari nomor yang tidak dikenal. Meski tampak sepele, panggilan tanpa suara ini diduga kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan sebagai langkah awal untuk menjalankan berbagai modus penipuan berbasis telepon.

Belakangan ini, sejumlah pengguna media sosial mengaku menerima panggilan dari nomor asing maupun nomor yang tidak tersimpan di kontak ponsel mereka.

Ketika panggilan dijawab, tidak terdengar suara apa pun dari seberang sambungan. Dalam hitungan detik, panggilan tersebut biasanya langsung terputus tanpa penjelasan.

Fenomena ini tidak bisa dianggap sebagai gangguan biasa. Sejumlah pihak yang bergerak di bidang keamanan digital mengingatkan bahwa panggilan semacam itu dapat digunakan untuk mengidentifikasi nomor telepon yang masih aktif dan berpotensi menjadi target penipuan berikutnya.

Pelaku umumnya memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) untuk menjalankan aksinya. Teknologi ini memungkinkan panggilan dilakukan melalui jaringan internet dan dalam beberapa kasus dapat digunakan untuk menyamarkan identitas nomor telepon sehingga lebih sulit dilacak.

Baca Juga  Sumbar Usulkan Mentawai Jadi Kawasan Tambak Udang Terintegrasi Senilai Rp7,2 Triliun

Mengenal Voice over Internet Protocol (VoIP), Teknologi yang Sering Dimanfaatkan dalam Modus Penipuan Telepon

Tujuan pelaku beragam. Ada yang sekadar ingin memastikan nomor yang dihubungi masih aktif, ada pula yang mencoba memancing korban agar melakukan panggilan balik. Jika korban terpancing untuk menelepon kembali, risiko yang muncul bisa berupa terhubung ke layanan berbayar atau masuk ke dalam daftar target penipuan selanjutnya.

Silent call juga dapat menjadi bagian dari rangkaian modus yang lebih kompleks. Setelah mengetahui nomor korban aktif, pelaku bisa melanjutkan aksinya melalui berbagai cara, seperti mengirim pesan palsu, mencuri kode verifikasi atau OTP, hingga melakukan phishing dengan mengatasnamakan lembaga tertentu.

Baca Juga  Polres Dharmasraya Tangkap Tiga Pria Terkait Peredaran Sabu di Sitiung

Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengimbau masyarakat agar tidak merespons panggilan mencurigakan semacam ini. Menurutnya, langkah paling aman adalah mengabaikan panggilan tersebut, tidak mengangkatnya, tidak menelepon balik, dan segera memblokir nomor yang dianggap mencurigakan.

Heru juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap nomor yang tidak dikenal, terutama jika berasal dari luar negeri atau memiliki kode negara yang tidak biasa. Jika panggilan tersebut memang penting, biasanya penelepon akan kembali menghubungi atau mengirimkan pesan yang menjelaskan maksud dan tujuannya.

Ia menambahkan bahwa salah satu teknik yang sering digunakan pelaku adalah missed call bait, yaitu memanfaatkan rasa penasaran korban melalui panggilan singkat agar korban melakukan panggilan balik. Teknik ini telah lama digunakan dalam berbagai skema penipuan telepon di sejumlah negara.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, masyarakat disarankan memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia pada ponsel maupun aplikasi pihak ketiga. Fitur seperti pemblokiran otomatis nomor tidak dikenal, pendeteksi spam, serta pengaturan untuk membisukan panggilan dari nomor asing dapat membantu meningkatkan perlindungan.

Baca Juga  Kanwil Ditjenpas Sumbar Gelar Apel Siaga Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Rutan Kelas IIA Padang

Selain itu, edukasi kepada anggota keluarga juga tidak kalah penting. Orang tua, lansia, maupun anak-anak sering menjadi sasaran empuk pelaku penipuan karena dianggap kurang memahami perkembangan modus kejahatan digital yang terus berubah.

Di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi komunikasi, kewaspadaan menjadi kunci utama. Masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal dan tidak mudah terpancing untuk memberikan informasi pribadi kepada pihak yang identitasnya belum jelas. Dengan memahami berbagai modus yang digunakan pelaku, risiko menjadi korban penipuan dapat diminimalkan. (*)