Berita

Sasar 2.500 Relawan, Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro Bareng Gubernur di Banda Tangah

×

Sasar 2.500 Relawan, Pemkab Solok Matangkan Persiapan Goro Bareng Gubernur di Banda Tangah

Sebarkan artikel ini
54685687 f18c 4cb4 a147 51c2efac4bd6

ZONAPUBLIS – Pemerintah Kabupaten Solok mematangkan persiapan aksi gotong royong (goro) massal yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/1/2026).

Aksi yang akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, ini dipusatkan di kawasan Banda Tangah, perbatasan Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, memimpin langsung rapat koordinasi lapangan pada Kamis (29/1) guna memastikan kesiapan personel dan armada teknis.

Kegiatan ini diperkirakan bakal menyedot partisipasi sekitar 2.500 orang, yang terdiri dari ASN seluruh OPD Kabupaten Solok, pelajar SMA setempat, hingga elemen masyarakat.

Baca Juga  Banjir Bandang Solok: Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi dan Pastikan Pemulihan Berjalan

Dalam arahannya, Wabup Candra menegaskan bahwa prioritas utama goro ini adalah pembersihan material kayu dan sampah yang menghambat hamparan sawah produktif milik warga.

“Goro ini adalah langkah krusial untuk menyelesaikan hambatan di lapangan. Kita ingin saat bantuan rehabilitasi sawah dari Kementerian Pertanian turun, lahan sudah dalam kondisi ‘clean and clear’ sehingga proses pengerjaan berjalan tanpa kendala,” ujar Candra.

Mengingat medan yang cukup berat dan dipenuhi material pasir, Pemkab Solok mengerahkan kekuatan penuh (full force) melalui kolaborasi lintas sektor, yakni 3 unit alat berat disiagakan di titik strategis sepanjang pinggir danau dan bahu jalan. Pemkab juga tengah berkoordinasi dengan BNPB untuk tambahan 1 unit ekskavator.

Baca Juga  Potensi Geothermal Sumbar Capai 1.651 MW, Mahyeldi Pacu Investasi Energi Bersih

Selanjutnya, 4 unit dump truck (masing-masing 2 unit dari Dinas LH dan Dinas PU) dikerahkan untuk evakuasi material. 14 unit chainsaw (sinso) disiapkan untuk memotong material kayu besar, didukung perlengkapan manual seperti sekop dan gerobak.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditunjuk sebagai leading sector yang bertanggung jawab mengatur pembagian titik kerja (plotting) serta manajemen logistik bahan bakar alat berat bersama BPBD.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh pejabat teras setempat, di antaranya Camat Junjung Sirih Neni Amelia, Camat Singkarak Chrismon Darma, Kacabdin Pendidikan Wilayah III Solok Raya Riko Fernanda, serta para Wali Nagari di kawasan terdampak.

Baca Juga  KKN Unand Dorong Pengembangan Potensi Wisata Nagari Mungo

Melalui persiapan yang matang ini, Pemerintah Kabupaten Solok optimistis aksi kolaboratif ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah provinsi dan daerah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi petani di wilayah terdampak.