Berita

3 Cara Mudah Cek Kualitas Udara Terkini, Bisa Lewat HP

×

3 Cara Mudah Cek Kualitas Udara Terkini, Bisa Lewat HP

Sebarkan artikel ini
asap6 1

ZONAPUBLIS – Kondisi kualitas udara menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan. Terlebih ketika suatu wilayah sedang mengalami peningkatan polusi, terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), atau berada di sekitar kawasan yang mengalami erupsi gunung api.

Mengetahui kondisi udara secara berkala dapat membantu masyarakat menentukan langkah yang lebih tepat sebelum bepergian atau melakukan kegiatan di luar rumah.

Saat ini, informasi kualitas udara bisa dipantau dengan mudah melalui telepon seluler maupun komputer. Beberapa layanan menyediakan informasi berupa Air Quality Index (AQI) serta konsentrasi partikulat udara seperti PM2.5.

Berikut tiga cara yang bisa digunakan untuk memantau kualitas udara secara online.

1. Cek Kualitas Udara Melalui Google Maps

Google Maps tidak hanya digunakan untuk mencari lokasi dan menentukan rute perjalanan. Pada wilayah tertentu, aplikasi ini juga menyediakan fitur Air Quality atau kualitas udara.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna melihat kondisi udara melalui tampilan peta.

Cara menggunakannya:

  1. Buka aplikasi Google Maps melalui HP atau akses melalui komputer.
  2. Cari atau tentukan wilayah yang ingin diperiksa.
  3. Tekan ikon Layers/Lapisan yang berada di bagian kanan atas.
  4. Pilih opsi Air Quality/Kualitas Udara.
  5. Informasi kualitas udara akan muncul pada area yang memiliki data tersedia.
Baca Juga  Pertamina Batalkan Rencana Pembelian BBM Subsidi dengan STNK

Data yang ditampilkan dapat bersumber dari stasiun pemantauan maupun hasil pemodelan kualitas udara. Karena itu, ketersediaan dan detail informasi dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

2. Pantau Kondisi Udara dengan IQAir

Pilihan lainnya adalah menggunakan aplikasi IQAir AirVisual. Layanan ini menyediakan informasi mengenai kondisi udara di berbagai lokasi, termasuk nilai AQI dan kadar PM2.5.

Pengguna dapat memanfaatkan fitur lokasi untuk mengetahui kondisi udara di sekitar tempatnya berada.

Langkahnya sebagai berikut:

  1. Unduh dan buka aplikasi IQAir AirVisual.
  2. Izinkan akses lokasi apabila diperlukan.
  3. Tentukan wilayah yang ingin dipantau.
  4. Periksa nilai AQI serta informasi mengenai partikulat yang ditampilkan.
  5. Gunakan fitur peta untuk membandingkan kondisi udara di lokasi lainnya.

Informasi semacam ini dapat membantu pengguna mengetahui apakah kondisi udara sedang baik atau mengalami peningkatan pencemaran.

3. Cek Data Kualitas Udara dari BMKG

Bagi masyarakat Indonesia, informasi kualitas udara juga dapat dipantau melalui layanan yang disediakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Salah satu informasi yang tersedia adalah konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah. Data tersebut dapat menjadi salah satu acuan untuk melihat kondisi partikulat udara.

Cara mengeceknya:

  1. Buka layanan pemantauan kualitas udara BMKG.
  2. Cari atau pilih wilayah yang ingin diperiksa.
  3. Perhatikan angka konsentrasi PM2.5.
  4. Cermati kategori kualitas udara yang ditampilkan.
Baca Juga  18 Rumah di Kampung Guo Padang Hanyut, Warga Diungsikan ke Posko Darurat

Dengan memeriksa informasi tersebut sebelum beraktivitas, masyarakat dapat menyesuaikan kegiatan luar ruangan dengan kondisi udara yang sedang terjadi.

Apa Itu AQI dan PM2.5?

Bagi sebagian orang, angka yang muncul dalam aplikasi atau situs pemantauan kualitas udara mungkin membingungkan. Dua istilah yang cukup sering muncul adalah AQI dan PM2.5.

AQI (Air Quality Index) merupakan indeks yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kualitas udara sekaligus memberikan gambaran mengenai potensi dampaknya. Secara umum, semakin tinggi nilai indeks, semakin buruk kondisi udara yang ditunjukkan.

Sementara itu, PM2.5 merupakan partikel udara yang berukuran sangat kecil, dengan diameter sekitar 2,5 mikrometer atau lebih kecil.

Ukuran yang sangat kecil membuat partikulat tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Karena itu, konsentrasi PM2.5 menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.

Mengapa Kualitas Udara Perlu Dipantau?

Kualitas udara tidak selalu sama setiap waktu. Kondisinya dapat berubah akibat berbagai faktor, mulai dari aktivitas kendaraan dan industri, kebakaran hutan dan lahan, hingga aktivitas gunung api.

Pada saat terjadi erupsi, misalnya, abu vulkanik dapat tersebar ke wilayah yang lebih luas mengikuti arah angin. Abu tersebut mengandung partikel batuan yang sangat halus.

Baca Juga  Krisis Air Bersih Pasca Banjir, DPRD Padang Semprot Dinas Perkim dan Perumda AM

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan pada mata dan saluran pernapasan. Partikel yang lebih kecil juga dapat masuk lebih jauh ke dalam sistem pernapasan.

Keluhan yang dapat muncul akibat paparan dalam waktu singkat antara lain iritasi pada hidung, tenggorokan, mata, kulit, maupun saluran pernapasan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian lebih bagi masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan kronis pada paru-paru atau jantung.

Jangan Hanya Melihat Angka, Perhatikan Kondisi Lingkungan

Informasi dari aplikasi dan situs pemantauan memang membantu, tetapi masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan secara langsung.

Ketika udara terlihat berkabut, muncul bau menyengat, terdapat asap tebal, atau wilayah sedang terdampak abu vulkanik, aktivitas luar ruangan sebaiknya dipertimbangkan kembali sesuai kondisi dan imbauan dari pihak berwenang.

Mengecek kualitas udara sebelum keluar rumah dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi polusi, karhutla, maupun erupsi gunung api.

Dengan memanfaatkan Google Maps, IQAir AirVisual, dan layanan BMKG, masyarakat memiliki beberapa pilihan untuk memperoleh informasi kondisi udara sebelum menentukan aktivitas di luar ruangan.

(*)