ZONAPUBLIS.ID – Kebakaran pada mobil tidak selalu bermula dari kobaran api besar. Dalam sejumlah kasus, masalah dapat diawali gangguan kecil pada sistem kelistrikan yang kemudian menimbulkan panas atau percikan hingga membakar komponen di sekitarnya.
Karena itu, pengemudi perlu mengenali tanda-tanda awal gangguan kelistrikan. Salah satu kondisi yang patut diwaspadai adalah korsleting atau short circuit.
Service Head Auto2000 Cilandak, Sapta Agung Nugraha, mengatakan gangguan kelistrikan pada mobil biasanya dapat dikenali dari sejumlah gejala. Salah satunya adalah munculnya berbagai error pada sistem kendaraan yang disertai bau seperti benda terbakar.
Menurutnya, aroma tersebut biasanya berasal dari bagian depan kendaraan dan dapat tercium hingga ke dalam kabin.
Bau Kabel atau Plastik Terbakar Jangan Diabaikan
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya bau hangus atau aroma plastik terbakar.
Kondisi tersebut patut dicurigai apabila sebelumnya tidak pernah terjadi. Pasalnya, kabel kendaraan dilapisi material yang dapat menghasilkan aroma menyengat ketika mengalami panas berlebihan.
Bau tersebut bisa berasal dari ruang mesin dan kemudian masuk ke kabin melalui saluran udara.
Selain aroma terbakar, pengemudi juga perlu memperhatikan perubahan pada sejumlah perangkat elektronik kendaraan.
AC Tiba-Tiba Tidak Dingin
Gangguan pada sistem kelistrikan juga dapat berdampak pada fungsi AC.
Sapta menjelaskan, AC yang tiba-tiba mengalami malfungsi dan tidak lagi menghasilkan udara dingin bisa menjadi salah satu indikasi adanya masalah kelistrikan.
Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berarti terjadi korsleting. AC yang tidak dingin juga dapat disebabkan masalah lain, sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan.
Yang penting, apabila AC bermasalah bersamaan dengan munculnya bau kabel atau plastik terbakar serta berbagai indikator kelistrikan mengalami error, pengemudi sebaiknya tidak menganggapnya sebagai gangguan biasa.
Sistem Mobil Mulai Mengalami Error
Korsleting juga dapat menyebabkan sistem elektronik kendaraan bekerja tidak normal.
Pengemudi mungkin menemukan beberapa fungsi kendaraan tiba-tiba mengalami gangguan, indikator tertentu menyala, atau perangkat elektronik tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Jika sejumlah gejala tersebut muncul bersamaan dengan aroma terbakar, sebaiknya kendaraan segera dihentikan di lokasi yang aman.
Jangan menunggu sampai terlihat asap atau api.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Tercium Bau Terbakar?
Langkah pertama adalah menepi ke tempat yang aman sesegera mungkin.
Setelah kendaraan berhenti, matikan mesin dan pastikan seluruh penumpang segera keluar dari mobil.
Mematikan mesin penting untuk menghentikan aliran listrik dari sistem kendaraan sehingga potensi masalah tidak terus berkembang.
Pengemudi juga sebaiknya tidak langsung membuka atau membongkar komponen kelistrikan sendiri jika tidak memahami sistem kendaraan.
APAR Bisa Digunakan Jika Api Masih Kecil
Kendaraan yang dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dapat memanfaatkannya apabila benar-benar muncul api kecil dan kondisi masih memungkinkan untuk ditangani.
Pastikan APAR berada di tempat yang mudah dijangkau dan pengemudi mengetahui cara penggunaannya.
Namun, jangan memaksakan diri memadamkan api apabila kobaran sudah membesar atau asap semakin tebal. Keselamatan pengemudi dan penumpang harus menjadi prioritas.
Hati-Hati Membuka Kap Mesin
Situasi menjadi lebih berisiko ketika sumber api diduga berada di ruang mesin.
Membuka kap mesin secara tiba-tiba dapat membuat api mendapatkan pasokan udara sehingga kobaran berpotensi membesar dan menyebar.
Karena itu, pengemudi harus sangat berhati-hati ketika mendapati asap atau api berasal dari bagian depan kendaraan.
Jika api sudah membesar, langkah paling aman adalah menjauh dari kendaraan dan segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Jangan Menunggu Sampai Muncul Api
Korsleting tidak selalu langsung menghasilkan kebakaran. Gangguan dapat diawali dengan panas berlebih, bau kabel terbakar, munculnya error pada sistem elektronik, atau perangkat tertentu yang mendadak tidak berfungsi.
Karena itu, bau hangus yang muncul tanpa sebab jelas sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berasal dari ruang mesin.
Pemeriksaan berkala pada sistem kelistrikan, kondisi kabel, sekring, konektor, dan komponen lainnya juga penting dilakukan. Modifikasi kelistrikan yang tidak sesuai standar sebaiknya dihindari karena dapat menambah risiko gangguan.
Jika muncul tanda-tanda mencurigakan, lebih baik kendaraan segera diperiksa di bengkel sebelum masalah berkembang menjadi kerusakan serius atau bahkan kebakaran. (*)








