BeritaEkonomi

Pasca Banjir Bandang, Harga Sayuran di Pasar Kota Padang Melonjak

×

Pasca Banjir Bandang, Harga Sayuran di Pasar Kota Padang Melonjak

Sebarkan artikel ini
gambar sayuran
Sayuran di Pasar Nanggalo Padang

ZONAPUBLIS | Padang – Harga berbagai jenis sayuran di sejumlah pasar tradisional Kota Padang mengalami kenaikan signifikan sejak lebih dari sepekan terakhir. Kenaikan harga ini terjadi pasca bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah sentra pertanian, sehingga pasokan sayuran ke pasar menjadi terbatas.

Pantauan ZONAPUBLIS di pasar Nanggalo Kota Padang, harga sawi hijau yang sebelumnya dijual sekitar Rp14 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp18 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada terong yang biasanya dijual Rp12 ribu per kilogram, saat ini melonjak hingga Rp18 ribu per kilogram.

Baca Juga  Matangkan Persiapan Porprov XVI, 80 Petinju Sumbar Unjuk Gigi di Kejurda 2026

Harga timun turut mengalami lonjakan cukup tajam, dari sebelumnya Rp12 ribu per kilogram, kini mencapai Rp20 ribu per kilogram. Bahkan, sayur singkong yang sebelumnya hanya Rp5 ribu per ikat, kini tembus Rp20 ribu per ikatnya.

Tak hanya itu, harga buncis juga mengalami kenaikan dua kali lipat. Dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sayur pangsit yang sebelumnya dijual Rp11 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara itu, kacang panjang yang biasanya dijual Rp20 ribu per ikat, kini naik menjadi Rp40 ribu per ikat.

Baca Juga  Momen Nataru, Harga Telur Ayam Rp65.000,-/ Tikar

Para pedagang menyebutkan, kenaikan harga sayuran ini dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat kerusakan lahan pertanian. Sejumlah kawasan perkebunan di Kota Padang, seperti Kampung Guo dan Batu Busuk, diketahui menjadi daerah terdampak banjir bandang.

“Banyak lahan warga yang rusak parah, tanaman hanyut dan tertimbun lumpur. Akibatnya pasokan dari petani menurun drastis,” ujar Emi, salah seorang pedagang sayur di Pasar Nanggalo Padang.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan membantu pemulihan lahan pertanian. Sehingga pasokan sayuran kembali normal dan harga bisa kembali terjangkau.

Baca Juga  Warga Jati Padang Manfaatkan Pendangkalan Banda Kali Jadi Lokasi Wisata Air Dadakan