ZONAPUBLIS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah Sumatera Barat pada Senin (16/2/2026) siang, tepat pukul 13:00 WIB.
Berdasarkan data teknis yang dirilis, pusat getaran atau episenter gempa terletak pada koordinat 0.50 LS – 99.18 BT.
Titik tersebut berada di laut dengan kedalaman 48 kilometer, berjarak sekitar 97 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Agam.
Guncangan ini terasa di sejumlah wilayah pesisir, termasuk Kabupaten Pasaman Barat hingga Kota Padang.
Meski pusat gempa berada di perairan, BMKG secara resmi mengonfirmasi bahwa aktivitas tektonik ini tidak memiliki parameter yang cukup kuat untuk memicu gelombang tsunami.
Hingga saat ini, pihak otoritas belum menerima laporan terkait adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa sebagai dampak langsung dari getaran tersebut.
Menanggapi kejadian ini, pemerintah melalui BMKG menghimbau masyarakat di sepanjang pesisir Sumatera Barat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
Namun, warga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang kerap terjadi pasca-guncangan utama.
Masyarakat juga diminta untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.














