ZONAPUBLIS – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyoroti maraknya aksi premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum juru parkir (jukir) di kawasan wisata Pantai Padang.
Ia menegaskan akan segera memanggil instansi terkait untuk meminta pertanggungjawaban serta langkah konkret dalam menyelesaikan masalah ini.
Pernyataan ini disampaikan Muharlion menyusul viralnya serangkaian keluhan masyarakat di media sosial terkait perilaku tidak terpuji jukir.
Kasus yang mencuat antara lain dugaan pelemparan batu ke kendaraan pengunjung, hingga laporan dua wisatawan asing ke Polsek Padang Barat terkait pemerasan oleh oknum jukir.
Muharlion menilai rentetan peristiwa tersebut telah mencoreng citra pariwisata Kota Padang, terutama menjelang momentum libur Idul Fitri yang diprediksi akan dibanjiri wisatawan.
“Ini harus diusut dan dituntaskan. Perlu diberikan sanksi berat agar tidak terulang kembali. Jangan sampai setiap ada kejadian, masalah hilang begitu saja tanpa penyelesaian yang komprehensif,” tegas Muharlion saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Politisi tersebut menyoroti bahwa persoalan jukir di kawasan wisata andalan Kota Padang ini bukanlah masalah baru. Ia mendesak Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) selaku instansi teknis untuk lebih serius melakukan pengawasan dan pembinaan di lapangan.
Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD berencana melakukan pemanggilan resmi terhadap Kepala Satpol PP dan Kepala Dishub Kota Padang melalui Komisi III.
“Kita minta kepala dinas terkait bertanggung jawab. Komisi III akan menjadwalkan pemanggilan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Kami tidak akan tinggal diam, karena ini menyangkut citra daerah,” tambahnya.
Muharlion mengingatkan bahwa tindakan premanisme oknum jukir berpotensi menurunkan tingkat kunjungan wisata secara signifikan. Padahal, Pantai Padang merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat.
“Jika pengunjung merasa tidak aman dan tidak nyaman, tentu mereka enggan datang. Padahal, pantai kita punya potensi besar untuk ekonomi warga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muharlion juga mengimbau seluruh juru parkir di Kota Padang agar bekerja secara profesional. Ia menekankan bahwa kenyamanan pengunjung adalah prioritas yang harus dijaga demi keberlangsungan ekonomi kota.
“Kami imbau kawan-kawan juru parkir, tolong jaga keamanan kota ini. Jangan ada lagi aksi premanisme. Kehadiran wisatawan adalah modal untuk menghidupkan ekonomi kita bersama,” pungkasnya.












