ZONAPUBLIS – Di era digital, mencari referensi ilmiah tidak lagi harus datang langsung ke perpustakaan. Cukup menggunakan laptop atau smartphone yang terhubung ke internet, mahasiswa sudah dapat menemukan ribuan jurnal, skripsi, tesis, buku, hingga artikel ilmiah dari berbagai negara.
Salah satu layanan yang paling banyak digunakan adalah Google Scholar atau Google Cendekia. Platform gratis dari Google ini menjadi pilihan utama mahasiswa, dosen, peneliti, hingga akademisi karena menyediakan jutaan referensi ilmiah dari berbagai bidang ilmu.
Meski mudah digunakan, masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui cara mencari jurnal yang benar, memilih referensi yang kredibel, hingga mengutip jurnal tersebut ke dalam skripsi. Akibatnya, proses penyusunan tugas akhir menjadi kurang efektif dan referensi yang digunakan belum tentu berkualitas.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menggunakan Google Scholar, mulai dari pencarian jurnal hingga menyimpan sitasi ke aplikasi Mendeley.
Apa Itu Google Scholar?
Google Scholar merupakan layanan pencarian khusus yang dikembangkan Google untuk membantu pengguna menemukan berbagai publikasi ilmiah.
Berbeda dengan mesin pencari Google biasa, Google Scholar hanya menampilkan hasil yang berkaitan dengan dunia akademik, seperti:
Jurnal nasional
Jurnal internasional
Artikel ilmiah
Skripsi
Tesis
Disertasi
Prosiding seminar
Buku ilmiah
Paten
Laporan penelitian
Karena sumbernya berasal dari penerbit akademik, universitas, lembaga penelitian, dan organisasi ilmiah, Google Scholar menjadi salah satu mesin pencari referensi yang paling terpercaya.
Mengapa Mahasiswa Perlu Menggunakan Google Scholar?
Google Scholar menawarkan banyak keuntungan dibandingkan mencari referensi melalui mesin pencari biasa.
Beberapa kelebihannya antara lain:
Mudah digunakan secara gratis
Menyediakan jutaan referensi ilmiah
Bisa mencari jurnal dari berbagai negara
Dilengkapi fitur sitasi otomatis
Terhubung dengan Mendeley dan aplikasi manajemen referensi lainnya
Dapat melihat jumlah kutipan suatu jurnal
Membantu menemukan penelitian terbaru sesuai topik skripsi
Cara Membuka Google Scholar
Langkah pertama sangat sederhana.
Buka browser seperti Google Chrome, Microsoft Edge, Mozilla Firefox, atau Safari.
Ketik Google Scholar pada kolom pencarian atau langsung buka alamat https://scholar.google.com.
Tampilan halaman akan jauh lebih sederhana dibanding Google biasa. Di bagian tengah terdapat kotak pencarian yang digunakan untuk mencari referensi ilmiah.
Cara Mencari Jurnal Berdasarkan Kata Kunci
Masukkan topik penelitian pada kolom pencarian.
Contohnya:
Pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar
Artificial Intelligence in Education
Digital Marketing
Manajemen Keuangan
Sistem Informasi
Setelah itu tekan Enter.
Google Scholar akan menampilkan ratusan bahkan ribuan hasil penelitian yang berkaitan dengan kata kunci tersebut.
Cara Menggunakan Kata Kunci yang Tepat
Kualitas hasil pencarian sangat bergantung pada kata kunci yang digunakan.
Misalnya Anda sedang meneliti pemasaran digital.
Kurang efektif:
Digital Marketing
Lebih spesifik:
Digital Marketing Strategy for Small Business
Social Media Marketing in Indonesia
Consumer Purchase Decision
Semakin spesifik kata kunci, semakin relevan hasil yang diperoleh.
Cara Menyaring Hasil Berdasarkan Tahun
Jurnal terbaru umumnya lebih disarankan karena memuat perkembangan penelitian terkini.
Pada menu sebelah kiri halaman Google Scholar tersedia pilihan tahun publikasi, misalnya:
Sejak 2026
Sejak 2025
Sejak 2021
Rentang waktu tertentu
Jika skripsi Anda mensyaratkan referensi lima tahun terakhir, gunakan fitur ini agar hasil pencarian lebih relevan.
Cara Memilih Jurnal yang Berkualitas
Tidak semua hasil pencarian memiliki kualitas yang sama.
Sebelum menggunakan jurnal sebagai referensi, perhatikan beberapa hal berikut:
Pastikan penulis memiliki identitas yang jelas.
Periksa nama jurnal atau penerbit.
Lihat tahun publikasi.
Baca abstraknya terlebih dahulu.
Pastikan isi jurnal sesuai dengan topik penelitian.
Semakin banyak jurnal tersebut dikutip oleh peneliti lain, umumnya semakin besar pengaruhnya dalam dunia akademik.
Memahami Arti “Dikutip oleh”
Di bawah setiap hasil pencarian terdapat informasi Dikutip oleh atau Cited by.
Angka tersebut menunjukkan berapa kali penelitian itu dijadikan referensi oleh peneliti lain.
Contohnya:
Dikutip oleh 15
Dikutip oleh 320
Dikutip oleh 2.500
Semakin tinggi jumlah kutipan, biasanya semakin besar kontribusi jurnal tersebut terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, tetap utamakan kesesuaian isi jurnal dengan topik penelitian Anda.
Cara Mengunduh Jurnal PDF
Beberapa jurnal menyediakan file PDF yang dapat diunduh secara gratis.
Biasanya terdapat ikon atau tautan PDF di sisi kanan hasil pencarian.
Klik tautan tersebut untuk membuka dokumen, lalu simpan ke perangkat Anda.
Jika tidak tersedia PDF, Anda dapat mencari versi resmi melalui situs penerbit atau perpustakaan digital kampus.
Cara Menyimpan Sitasi
Google Scholar memiliki fitur sitasi otomatis yang memudahkan mahasiswa.
Langkah-langkahnya:
Cari jurnal yang diinginkan.
Klik ikon tanda kutip (“).
Pilih gaya sitasi seperti APA, MLA, Chicago, atau Harvard.
Salin format sitasi sesuai kebutuhan.
Fitur ini membantu mengurangi kesalahan dalam penulisan referensi, meskipun tetap disarankan untuk memeriksa kembali hasilnya.
Cara Menyimpan Referensi ke Mendeley
Google Scholar juga mendukung ekspor referensi ke aplikasi manajemen sitasi.
Caranya:
Klik ikon tanda kutip pada hasil pencarian.
Pilih opsi BibTeX atau format lain yang didukung.
Unduh file referensi.
Impor file tersebut ke Mendeley.
Setelah diimpor, referensi siap digunakan untuk membuat sitasi dan daftar pustaka secara otomatis di Microsoft Word.
Atau baca di artikel terkait:
Cara Menggunakan Mendeley untuk Skripsi: Panduan Lengkap dari Instalasi hingga Membuat Daftar Pustaka Otomatis
Tips Agar Hasil Pencarian Lebih Akurat
Gunakan kata kunci dalam bahasa Inggris untuk memperoleh lebih banyak referensi internasional.
Gabungkan beberapa kata kunci agar hasil lebih spesifik.
Gunakan tanda kutip jika ingin mencari frasa tertentu.
Manfaatkan fitur penyaringan berdasarkan tahun.
Utamakan jurnal yang telah melalui proses peer review.
Simpan jurnal penting ke dalam folder sesuai bab skripsi agar lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa
Menggunakan artikel blog sebagai referensi ilmiah.
Tidak membaca isi jurnal secara menyeluruh.
Mengutip jurnal hanya berdasarkan judul.
Menggunakan jurnal yang sudah terlalu lama tanpa alasan yang jelas.
Tidak mencantumkan sumber saat mengutip.
Menyalin isi jurnal tanpa melakukan parafrase.
Google Scholar merupakan salah satu alat terbaik untuk membantu mahasiswa memperoleh referensi ilmiah yang terpercaya. Dengan memahami cara mencari jurnal menggunakan kata kunci yang tepat, menyaring hasil berdasarkan tahun, memilih jurnal berkualitas, hingga menyimpan sitasi ke Mendeley, proses penyusunan skripsi akan menjadi lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan standar akademik.
Meski demikian, mahasiswa tetap harus bersikap kritis dalam memilih sumber referensi. Pastikan setiap jurnal yang digunakan benar-benar relevan dengan topik penelitian, berasal dari sumber yang kredibel, serta dipahami isinya sebelum dijadikan dasar penulisan skripsi. (yr)









