BeritaPeristiwa

Banjir Terjang Demak, 583 Warga Mengungsi dan Satu Orang Hilang

×

Banjir Terjang Demak, 583 Warga Mengungsi dan Satu Orang Hilang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260403 WA0005

ZONAPUBLIS– Bencana banjir melanda Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (3/4) sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan sebanyak 583 warga terpaksa mengungsi di sejumlah titik, sementara satu orang dilaporkan hilang.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan. Kondisi tersebut mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol, sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.

“Hujan deras di wilayah hulu menyebabkan debit air meningkat hingga tanggul tidak mampu menahan tekanan air,” demikian hasil kaji cepat tim BPBD.

Baca Juga  Kepala BNPB Temui Penyintas Gempa M7,7 di Ende, Pastikan Bantuan Rumah dan Huntara

Wilayah terdampak mencakup empat kecamatan dengan total delapan desa. Di Kecamatan Guntur, desa yang terdampak meliputi Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo. Kemudian di Kecamatan Karangtengah terdapat Desa Ploso, di Kecamatan Wonosalam meliputi Desa Lempuyang, serta di Kecamatan Kebonagung mencakup Desa Solowire dan Desa Sarimulyo.

Data sementara mencatat sebanyak 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 583 warga mengungsi di sejumlah lokasi seperti Masjid Babu Rohim dan mushola di Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah dan mushola di Dukuh Solowere, Balai Desa Telogorejo, Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo, serta Kantor Kecamatan Guntur. Di antara para pengungsi, terdapat warga yang membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga  Buron 2,5 Tahun, Pelaku Dugaan Penipuan Perlengkapan Barbershop Rp30 Juta Dibekuk di Lubuk Kilangan

Selain itu, banjir juga merendam 1.230 unit rumah, dengan empat unit di antaranya mengalami rusak berat. Sebanyak 10 fasilitas pendidikan dan 15 fasilitas ibadah turut terdampak. Tak hanya itu, sekitar 194 hektare lahan persawahan juga terendam air.

Upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait, meliputi evakuasi warga, koordinasi lintas sektor, pendirian posko pengungsian, hingga pemberian layanan kesehatan. Petugas juga mendistribusikan karung untuk penguatan tanggul sementara serta melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang. Posko lapangan didirikan di Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo.

Baca Juga  Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BNPB Catat Kerusakan Bangunan dan 13 Kali Gempa Susulan

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Hal ini mengingat kondisi tanggul yang masih rentan serta debit air yang masih tinggi.

“Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik, air bersih, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, serta peralatan kebersihan,” tulis BNPB dalam keterangannya.

Hingga saat ini, kondisi air di sejumlah wilayah masih terpantau tinggi dan proses evakuasi masih terus berlangsung, terutama di Desa Trimulyo. Pemerintah daerah juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan bencana.