ZONAPUBLIS– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang kembali menorehkan prestasi melalui hasil pembinaan kemandirian warga binaan.
Salah satu produk unggulan berupa batik tulis karya warga binaan mendapat apresiasi dengan dikenakan oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Zul Akhyar.
Penggunaan batik tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh jajaran Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Momen ini sekaligus membuktikan bahwa produk hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat maupun instansi pemerintah.
Selain memiliki kualitas yang baik, Batik Lapas Perempuan Kelas IIB Padang juga telah mengantongi Surat Pencatatan Hak Cipta sebagai bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual atas motif dan karya yang dihasilkan. Pencatatan tersebut menjadi pengakuan hukum sekaligus meningkatkan nilai produk batik karya warga binaan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriany Pohan, mengatakan program pembinaan kemandirian melalui pembuatan batik tulis merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
“Setiap lembar batik yang dihasilkan merupakan hasil kerja keras, ketelitian, dan kreativitas warga binaan. Kami berharap keterampilan ini menjadi modal bagi mereka untuk hidup mandiri serta kembali diterima di tengah masyarakat,” ujar Susi Andriany Pohan.
Menurutnya, apresiasi yang diberikan melalui penggunaan batik karya warga binaan oleh Zul Akhyar menjadi motivasi besar bagi para warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas hasil produksi.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir sehingga pemasaran produk karya warga binaan semakin luas. Dengan demikian, program pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” tambahnya.
Lapas Perempuan Kelas IIB Padang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkualitas.
Melalui berbagai pelatihan keterampilan, termasuk membatik, warga binaan diharapkan mampu memperoleh kepercayaan diri, memiliki bekal usaha, serta berkontribusi positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.














