ZONAPUBLIS – Virus Nipah kembali menjadi sorotan setelah dua kasus terdeteksi di negara bagian West Bengal, India, sejak Desember lalu. Meski jumlah kasus masih terbatas, kemunculan kembali virus ini memicu kewaspadaan di sejumlah negara Asia.
Wajar jika Nipah mendapat perhatian serius. Penyakit zoonosis ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk mengatasinya.
Lantas, negara apa saja yang pernah terjangkit virus Nipah?
Malaysia dan Singapura: Awal Mula Wabah
Wabah virus Nipah pertama kali terdeteksi pada 1998 di Malaysia, terutama di kalangan peternak babi. Virus kemudian menyebar ke Singapura melalui distribusi ternak lintas negara. Penularan antarmanusia juga sempat terjadi, khususnya di lingkungan keluarga dan fasilitas kesehatan.
Wabah ini menewaskan lebih dari 100 orang dan memaksa pemusnahan sekitar satu juta babi. Selain menimbulkan korban jiwa, wabah tersebut berdampak besar terhadap perekonomian, terutama sektor peternakan. Nama Nipah sendiri diambil dari Desa Sungai Nipah, lokasi awal ditemukannya virus.
Bangladesh: Dampak Terbanyak
Sejak 2001, Bangladesh menjadi negara yang paling sering mengalami wabah virus Nipah. Lebih dari 100 kematian tercatat akibat infeksi ini.
Pola penularan di Bangladesh kerap dikaitkan dengan konsumsi nira kurma mentah yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar buah, yang merupakan reservoir alami virus Nipah.
India: Beberapa Kali Terpapar
India juga beberapa kali mengalami wabah virus Nipah. Kasus pertama tercatat di West Bengal pada 2001 dan 2007. Dalam beberapa tahun terakhir, negara bagian Kerala menjadi pusat perhatian.
Pada 2018, Kerala mencatat 19 kasus, dengan 17 di antaranya meninggal dunia. Wabah kembali muncul pada 2023 dengan enam kasus terkonfirmasi dan dua kematian. Terbaru, dua kasus kembali terdeteksi di West Bengal dan melibatkan tenaga kesehatan.
Ancaman Global: Sejumlah Negara Waspada
Meski hingga kini wabah besar Nipah belum dilaporkan di luar India, sejumlah negara Asia meningkatkan kewaspadaan. Thailand melakukan skrining kesehatan di bandara internasional, Nepal memperketat pengawasan di perbatasan, sementara Taiwan mengusulkan agar Nipah masuk kategori penyakit berisiko tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memasukkan virus Nipah dalam daftar penyakit prioritas global. Catatan panjang wabah sejak 1998 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan deteksi dini tetap menjadi kunci mencegah krisis kesehatan lintas negara.











