ZONAPUBLIS – Harga emas di kawasan Pasar Raya Padang, terpantau mengalami kenaikan signifikan pada Sabtu (10/1/2026).
Meski nilai aset meningkat, kondisi ini justru berdampak pada penurunan volume transaksi beli di masyarakat.
H. Faisal, pengelola Toko Emas H. Usman Manan, mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir terjadi lonjakan harga yang cukup tajam.
Harga emas yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.330.000 per gram, kini meroket menjadi Rp2.420.000 per gram.
“Kenaikan ini membuat tren di masyarakat berubah. Sekarang lebih banyak warga yang datang untuk menjual emas ketimbang membeli,” ujar Faisal saat ditemui di tokonya.
Faisal mengaku lebih menyukai harga emas yang stabil. Menurutnya, harga tinggi tidak selalu menguntungkan pedagang karena daya beli masyarakat cenderung menurun.
Ia membeberkan bahwa saat ini perbandingan antara konsumen yang membeli dan menjual emas mencapai angka 1 banding 4.
“Bagi pedagang, lebih ideal harga yang lama karena jumlah orang yang menjual dan membeli emas bisa seimbang,” tambahnya.
Senada dengan Faisal, Adit, pengelola Toko Emas Singgalang, menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap emas sebenarnya tetap tinggi.
Namun, kenaikan harga membuat jumlah gramasi yang didapatkan konsumen menjadi lebih sedikit dengan anggaran yang sama.
Adit menjelaskan bahwa fluktuasi harga ini dipicu oleh situasi geopolitik internasional. Menurutnya, eskalasi konflik dunia sering kali menjadi motor utama meroketnya harga emas sebagai aset safe haven.
“Kondisi konflik dunia saat ini berpotensi terus memicu kenaikan harga. Ini bukan kami yang menentukan. Sayangnya, kondisi ini kurang menguntungkan bagi kami karena orang jadi semakin sulit untuk membeli emas baru,” pungkas Adit.














