ZONAPUBLIS– Himpunan Tjinta Teman (HTT) Padang kembali menggelar Festival Kota Tua Padang 2026 bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
Festival yang akan berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 ini mengusung semangat filosofi “Urang Padang Jalan Barampek”, sebagai simbol persatuan empat etnis utama yang telah lama membangun kehidupan Kota Padang, yakni Melayu, Tionghoa, Nias, dan India.
Berbagai kegiatan budaya, olahraga, hingga promosi UMKM akan meramaikan kawasan Kota Tua Padang selama sepuluh hari penyelenggaraan. Salah satu agenda utama adalah Wai Mou International Lion Dance Championship 2026 yang diikuti peserta dari delapan negara, yaitu Amerika Serikat, Prancis, Australia, Tiongkok, Vietnam, Malaysia, Taiwan, dan Indonesia.
Wakil Ketua HTT Padang, Albert Indra Lukman mengatakan, Festival Kota Tua telah menjadi agenda tahunan yang konsisten diselenggarakan dan kini memasuki penyelenggaraan kelima.
“Festival Kota Tua Padang bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga upaya menjaga filosofi Urang Padang Jalan Barampek yang mencerminkan kebersamaan masyarakat multietnis di Kota Padang. Tahun ini kami menghadirkan peserta dari delapan negara agar festival semakin dikenal di tingkat internasional dan memperkuat peluang masuk dalam nominasi Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata,” Katanya.
Menurutnya, kehadiran sekitar 200 atlet barongsai mancanegara diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Kota Padang sekaligus memperkenalkan destinasi wisata dan kekayaan budaya Sumatera Barat ke dunia internasional.
Selain kompetisi barongsai yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Barat, festival juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya multietnis, atraksi naga, pertunjukan wushu yang dipadukan dengan musik tambur, hingga penampilan budaya dari etnis Minang, India, Nias, dan Tionghoa.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan Kota Tua Run & Fun Walk dengan kategori lari 5 kilometer dan 3 kilometer yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 dengan rute mengelilingi kawasan Kota Tua Padang.
Festival ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM melalui stan kuliner dan produk lokal, serta kegiatan sosial donor darah yang akan berlangsung pada 18–22 Agustus 2026.
Albert menambahkan, Festival Kota Tua Padang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Barat.
“Kami ingin festival ini menjadi wadah pelestarian sejarah dan budaya, memperkuat harmoni masyarakat multietnis, mendorong pertumbuhan UMKM, sekaligus mendukung Kota Padang sebagai destinasi wisata budaya dan gastronomi bertaraf nasional hingga internasional,” katanya.
Pembukaan Festival Kota Tua Padang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 dengan penampilan tari persembahan, drumband Gita Pamong Praja, defile peserta internasional, serta berbagai atraksi budaya.
Puncak acara akan digelar pada 23 Agustus 2026 dengan Kota Tua Run & Fun Walk, konser musik menghadirkan artis ibu kota, atraksi barongsai, naga, serta penutupan resmi Festival Kota Tua Padang 2026.
Melalui penyelenggaraan festival ini, HTT Pusat Padang berharap Kota Padang semakin dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, memiliki warisan sejarah yang kuat, serta menjadi destinasi unggulan wisata budaya dan gastronomi di Indonesia.








