ZONAPUBLIS– Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Padang pada Minggu (14/6/2026) menyebabkan sedikitnya tujuh kejadian bencana yang tersebar di beberapa kecamatan. Peristiwa tersebut meliputi pohon tumbang, longsor, banjir, dan tanah terban.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi kejadian.
“Total terdapat tujuh kejadian yang kami tangani, terdiri dari dua pohon tumbang, empat longsor dan tanah terban, serta satu kejadian banjir. Tim BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan agar dampaknya tidak meluas,” ujar Hendri.
Kejadian pertama terjadi di Jalan Pertanian, RT 01 RW 01, Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, sekitar pukul 14.26 WIB. Sebatang pohon tumbang menghambat akses jalan dan menimpa sebuah warung. TRC BPBD Kota Padang berhasil mengevakuasi pohon tersebut sehingga akses jalan kembali normal.
Selanjutnya, longsor terjadi di Jalan Padang-Painan Kilometer 16, RT 01 RW 02, Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, sekitar pukul 17.30 WIB. Material longsor menutupi badan jalan dan menghambat arus lalu lintas. Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan pembersihan material dengan bantuan alat berat.
Longsor juga dilaporkan terjadi di kawasan Koto Kaciak, Kelurahan Air Manis, Kecamatan Padang Selatan, pada pukul 19.24 WIB. Material longsor menghambat akses jalan warga. BPBD telah berkoordinasi dengan layanan darurat 112 untuk diteruskan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna penanganan lebih lanjut.
Selain itu, tanah terban terjadi di Bukit Peti-Peti, kawasan Teluk Bayur, pada pukul 19.58 WIB. Peristiwa serupa juga terjadi di RT 03 RW 04, sekitar Musala Jabal Tsur, Kelurahan Seberang Palinggam, pada pukul 19.24 WIB.
Sementara itu, banjir terjadi di RT 03 RW 10 dan wilayah Rawang Barat, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan. Hujan deras menyebabkan debit sungai meningkat sehingga air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.
“Banjir terjadi akibat peningkatan debit air sungai saat hujan lebat. Namun sekitar pukul 19.00 WIB hujan mulai reda dan kondisi air berangsur surut,” jelas Hendri.
Di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kompleks Megamulia, RT 01 RW 16, Rimbo Tarok, pohon tumbang menimpa kabel optik pada pukul 19.01 WIB. Hingga laporan terakhir, lokasi tersebut masih menunggu penanganan lebih lanjut.
Hendri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Kota Padang.
“Kami mengimbau warga agar tetap waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan kawasan yang memiliki pohon-pohon besar. Jika terjadi kondisi darurat segera laporkan kepada BPBD atau layanan kedaruratan,” tutupnya.













