ZONAPUBLIS- Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Rabu (19/8/2026) mengakibatkan satu lokal bangunan SD yang sudah tidak digunakan lagi roboh di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Bangunan tersebut merupakan bagian dari SD 19 Baringin yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas pendidikan. Selain menyebabkan bangunan roboh, hujan deras juga mengakibatkan pelebaran jalur sungai di kawasan tersebut.
Kondisi ini kembali menyoroti persoalan aliran sungai dan infrastruktur di Kelurahan Baringin yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Ketua LPMK Baringin, Jamal F Chan, berharap Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut, terutama terkait aliran sungai dan infrastruktur yang menjadi akses penghubung masyarakat.
“Kita berharap perhatian yang sangat serius dari Pemerintah Kota Padang dengan keadaan seperti ini. Apalagi jembatan penghubung antara Baringin dengan Koto Lalang sudah lama hancur dan sampai sekarang belum ada perbaikan lagi,” ujar Jamal.
Jamal menjelaskan, bangunan SD 19 Baringin memiliki sejarah cukup panjang. Sekolah tersebut sebelumnya terdampak banjir pada 1997 sehingga kemudian dilakukan pemindahan.
Pada 1999 hingga 2019, bangunan tersebut masih digunakan untuk kegiatan pendidikan. Bahkan, TK Waladar Rasyid juga sempat memanfaatkan bangunan itu sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.
Kemudian pada 2023, kegiatan pendidikan kembali dipindahkan. Seiring waktu, kondisi bangunan yang sudah tidak digunakan semakin memprihatinkan hingga akhirnya roboh setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur kawasan Baringin.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Tarantang, Rusdianto, mengungkapkan persoalan normalisasi sungai sebenarnya sudah lama disuarakan kepada pemerintah.
“Sejak tahun 2015 saya sudah menyuarakan untuk dilakukan normalisasi sungai, bahkan sudah disampaikan pada saat Musrenbang kecamatan. Tapi sampai sekarang belum juga ada tindakan dari pemimpin kita, terutama Pemko Padang,” ungkap Rusdianto.
Menurutnya, normalisasi sungai penting dilakukan mengingat kondisi aliran sungai yang mengalami pelebaran dan berpotensi menimbulkan dampak lebih besar ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan kajian dan penanganan terhadap kondisi sungai, termasuk memperhatikan jembatan penghubung Baringin-Koto Lalang yang telah lama mengalami kerusakan.
Masyarakat juga berharap robohnya bangunan tersebut menjadi perhatian bersama agar kondisi infrastruktur dan aliran sungai di kawasan Baringin dapat segera ditangani. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.











