Zonapublis – Kepulangan jemaah haji asal Sumatera Barat yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) I Debarkasi Padang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (3/6/2026).
Kloter pertama ini berisi jemaah dari Kota Padang dan akan menjadi rombongan perdana yang tiba di Tanah Air melalui Debarkasi Padang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah menjadwalkan penyambutan resmi bagi para tamu Allah tersebut. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, direncanakan hadir langsung di Asrama Haji Embarkasi Padang untuk menyambut kedatangan jemaah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, menjelaskan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia secara nasional sudah dimulai sejak 1 Juni 2026. Namun, untuk wilayah Debarkasi Padang, kedatangan rombongan pertama baru akan berlangsung pada 3 Juni.
Ia menyebutkan, jemaah Kloter I akan berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Pesawat yang membawa rombongan tersebut diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau pada pukul 18.00 WIB.
“Kloter pertama Debarkasi Padang dijadwalkan tiba pada 3 Juni. Jemaah berangkat dari Jeddah pagi hari dan diperkirakan tiba di Sumatera Barat pada sore hari,” ujar Rifki.
Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, jemaah tidak akan berlama-lama di area bandara. Panitia telah menyiapkan 10 unit bus untuk mengangkut seluruh jemaah menuju Asrama Haji Embarkasi Padang.
Menurut Rifki, proses pemeriksaan keimigrasian akan dilakukan selama perjalanan menuju asrama. Langkah ini diterapkan untuk mempercepat proses debarkasi sehingga jemaah dapat segera beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Selain pelayanan administrasi, aspek kesehatan juga menjadi fokus utama saat kedatangan jemaah. Di Asrama Haji, setiap jemaah akan menjalani pemantauan kondisi kesehatan melalui pemeriksaan suhu tubuh menggunakan perangkat khusus yang terintegrasi dengan sistem kamera pengawas (CCTV).
Bila ditemukan jemaah dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, petugas dari Balai Kekarantinaan Kesehatan akan segera melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Seluruh jemaah akan dipantau melalui sistem pemantauan suhu tubuh. Jika ada yang terdeteksi mengalami suhu tinggi, maka akan dilakukan tindak lanjut oleh petugas kesehatan,” kata Rifki.
Untuk mendukung proses pemulangan Kloter I, panitia telah menyediakan 393 kursi. Kendati demikian, jumlah pasti jemaah yang akan tiba masih menunggu pembaruan data dari Arab Saudi.
Perubahan masih mungkin terjadi karena faktor kesehatan maupun perpindahan penerbangan melalui mekanisme tanazul kloter.
Sementara itu, agenda penyambutan resmi oleh Gubernur Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung setelah salat Magrib di Asrama Haji Debarkasi Padang. (*)










