ZONAPUBLIS – Kantor SAR Kelas A Padang resmi menutup operasi Search and Rescue (SAR) menyusul telah tuntasnya proses evakuasi sesosok mayat tanpa identitas yang ditemukan oleh warga di Jorong Subarang Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian tugas di lapangan telah diselesaikan dengan baik oleh tim gabungan. Seluruh unsur SAR yang terlibat kini telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak berwenang.
Peristiwa ini bermula pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 13.40 WIB. BPBD Agam melalui melaporkan adanya penemuan sesosok jenazah oleh warga di wilayah Jorong Subarang Aia, Kabupaten Agam. Mendapat laporan tersebut, Unit Siaga SAR Agam langsung bergerak cepat merespons permintaan evakuasi (quick action).
Pukul 14.15 WIB, tim rescue yang beranggotakan 6 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian (LKP) pada koordinat 0°09’05.8″S 100°07’03.3″E, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 3 menit perjalanan darat dari Unit Pencarian dan Pertolongan Agam.
Setibanya di lokasi pada pukul 15.16 WIB, tim berkoordinasi dengan unsur terkait dan langsung mengevakuasi korban. Pukul 15.45 WIB, evakuasi selesai dilakukan dan jenazah langsung diserahkan kepada Tim DVI (Disaster Victim Identification) untuk dibawa ke RSUD Lubuk Basung guna proses identifikasi lebih lanjut.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, meliputi Unit Siaga SAR Agam, TNI, Polri, PMI, Camat Palembayan, Wali Nagari, serta Wali Jorong. Dalam pelaksanaannya, tim didukung oleh sarana Rescue Car, peralatan mountaineering, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.
“Seluruh rangkaian operasi pencarian dan evakuasi mayat di Jorong Subarang Aia telah tuntas dilaksanakan dengan aman dan lancar. Dengan diserahkannya korban ke RSUD Lubuk Basung dan selesainya debriefing pada pukul 16.00 WIB, maka unsur-unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan operasi SAR resmi ditutup,” ujar Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi cuaca terpantau berawan dengan kecepatan angin 5 knot, serta tidak ditemukan adanya faktor penghambat yang berarti selama proses evakuasi berlangsung.














