ZONAPUBLIS – Tiga anak-anak dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat sedang mandi-mandi di Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (27/8/2026) sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, melalui keterangan resminya mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Pihaknya langsung mengerahkan Tim Rescuer Unit Siaga SAR Agam setelah menerima informasi darurat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Padang Pariaman pada pukul 15.43 WIB.
“Begitu menerima informasi pada pukul 15.43 WIB, kami langsung mengerahkan Tim Rescuer dari Unit Siaga SAR Agam pada pukul 16.00 WIB yang berjarak sekitar 29 kilometer dari lokasi kejadian. Hingga saat ini operasi SAR masih berlangsung dengan fokus melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan,” ujar Abdul Malik.
Ketiga anak berusia sekitar 10 tahun yang berasal dari Lembak Pasang, Nagari Pilubang, tersebut adalah Nesa yang berhasil selamat, Fikri yang ditemukan meninggal dunia pada pukul 16.07 WIB, serta Zahra yang hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa bermula saat para korban bersama teman-temannya sedang mandi-mandi di aliran Sungai Batang Nareh pada pukul 14.00 WIB. Secara tiba-tiba, arus sungai yang cukup deras menyeret para korban hingga tenggelam. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas memberikan pertolongan pertama.
Dari upaya pertolongan warga tersebut, satu korban atas nama Nesa berhasil diselamatkan. Sementara korban Fikri berhasil ditemukan oleh warga pada pukul 16.07 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD). Adapun satu korban lainnya atas nama Zahra hingga kini masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Merespons laporan darurat ini, Unit Siaga SAR Agam memberangkatkan 6 orang personel rescuer beserta 2 orang potensi SAR menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) pada pukul 16.00 WIB dengan estimasi waktu tempuh sekitar 44 menit.
Tim SAR gabungan mendatangi lokasi dengan membawa sejumlah peralatan keselamatan air (Palsar Air), Rescue Truck, perahu karet (Landing Craft Rubber / LCR) lengkap dengan mesin tempel, perlengkapan medis, alat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 3 knot. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan bersama unsur potensi SAR dan warga setempat terus berpacu dengan waktu untuk menyisir aliran Sungai Batang Nareh guna menemukan korban Zahra.














