ZONAPUBLIS – Puskesmas Marunggi mengambil langkah cepat dengan melaksanakan pengasapan atau fogging massal guna menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Rabu (29/7/2026).
Langkah darurat ini ditempuh menyusul lonjakan kasus yang seluruhnya terkonsentrasi di satu wilayah kerja yang sama, yakni Desa Taluk.
Berdasarkan data Puskesmas Marunggi periode Januari hingga Juli 2026, tercatat enam kasus DBD telah menginfeksi warga. Seluruh kasus tersebut ditemukan di Desa Taluk, dengan rincian lima kasus terjadi di Perumahan Taluk Permai dan satu kasus di area Pasar Ilalang.
Pemegang Program DBD Puskesmas Marunggi, Fitri Yanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah terlebih dahulu menerjunkan tim untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).
Hasilnya menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah tersebut hanya berada di kisaran 50 persen.
“Kami masih menemukan banyak sekali jentik nyamuk DBD di sekitar lingkungan rumah warga. Titik paling banyak ditemukan berada di ban-ban bekas, tempat penampungan air hujan, serta sampah-sampah plastik yang bisa menampung air,” ujar Fitri Yanti saat ditemui di lokasi, Rabu (29/7/2026).
Menyikapi situasi ini, Puskesmas Marunggi tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga menggencarkan upaya preventif yang terintegrasi melalui koordinasi intensif dengan pemerintah desa untuk menggerakkan warga, memberikan penyuluhan langsung mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) lewat gerakan 3M Plus, serta menyarankan pelaksanaan gotong royong rutin secara berkala demi memastikan lingkungan bersih dari potensi sarang nyamuk.
Fitri menegaskan bahwa tindakan fogging merupakan ultimum remedium atau langkah akhir yang ditujukan untuk membasmi nyamuk dewasa. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kunci utama pemutusan rantai penularan DBD tetap bertumpu pada kesadaran mandiri masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan PSN secara konsisten.







