Kesehatan

Kebiasaan dan Produk Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Merusak Ginjal

×

Kebiasaan dan Produk Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Merusak Ginjal

Sebarkan artikel ini
Ilstrasi Ginjal

Zonapublis – Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Organ ini bekerja menyaring limbah, membuang racun, serta menjaga keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh.

Namun tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari justru dapat memperberat kerja ginjal dan memicu kerusakan organ tersebut dalam jangka panjang.

Penyakit ginjal kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai banyak dialami kalangan muda. Dalam kondisi tertentu, penderita bahkan harus menjalani cuci darah seumur hidup akibat fungsi ginjal yang terus menurun.

Konsultan Senior Nefrologi dan Dokter Transplantasi Ginjal Rumah Sakit Apollo Navi Mumbai, Amit Langote mengatakan kerusakan ginjal bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan produk sehari-hari yang terlihat aman.

Mulai dari produk kecantikan, suplemen herbal, obat pereda nyeri, hingga minuman tertentu disebut dapat berdampak buruk pada ginjal apabila digunakan secara berlebihan atau tanpa pengawasan.

Berikut beberapa kebiasaan dan produk yang disebut berpotensi memengaruhi kesehatan ginjal, dilansir dari Times of India.

1. Krim Pencerah Kulit Mengandung Merkuri

Krim pemutih atau pencerah kulit yang mengandung merkuri dapat membahayakan kesehatan ginjal jika digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga  Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Merokok Saat Kabut Asap Tebal

Zat merkuri yang terserap melalui kulit bisa menumpuk di dalam tubuh dan memicu gangguan serius pada fungsi ginjal. Sejumlah kasus gagal ginjal akibat penggunaan produk berbahan merkuri juga pernah dilaporkan di berbagai negara.

Karena itu, masyarakat disarankan lebih berhati-hati saat memilih produk perawatan kulit dan memastikan produk telah memiliki izin resmi.

2. Suplemen Herbal Tidak Selalu Aman

Produk herbal sering dianggap lebih aman dibanding obat kimia. Namun kenyataannya, tidak semua suplemen herbal bebas risiko.

Beberapa produk yang tidak melalui pengujian ketat diketahui dapat mengandung zat berbahaya seperti arsenik, merkuri, atau timbal. Jika dikonsumsi terus-menerus, zat tersebut dapat menumpuk dan merusak ginjal.

Label “alami” atau “herbal” juga tidak otomatis menjamin keamanan produk untuk penggunaan jangka panjang.

Karena itu, pengguna disarankan memilih produk dari merek terpercaya dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum rutin mengonsumsinya.

Baca Juga  Sosialisasi Radiologi Digelar di Lapas Perempuan Padang, Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Warga Binaan

3. Obat Pereda Nyeri yang Dikonsumsi Berlebihan

Obat anti nyeri seperti ibuprofen dan aspirin memang sering digunakan untuk mengatasi sakit kepala atau nyeri otot.

Namun penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) secara berlebihan dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan meningkatkan risiko kerusakan organ tersebut.

Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter dapat memperbesar kemungkinan gangguan ginjal.

4. Konsumsi Teh Hijau Berlebihan

Teh hijau dikenal sebagai minuman sehat karena kaya antioksidan. Meski begitu, konsumsi berlebihan juga perlu diwaspadai.

Teh hijau mengandung oksalat yang dapat memicu pembentukan batu ginjal apabila dikonsumsi terlalu banyak, terutama lebih dari setengah liter per hari.

Bagi orang yang memiliki riwayat batu ginjal, konsumsi teh hijau sebaiknya tetap dibatasi dan diimbangi dengan asupan air putih yang cukup.

5. Suplemen Protein dalam Jumlah Tinggi

Suplemen protein cukup populer di kalangan pecinta kebugaran dan olahraga. Produk ini memang membantu pembentukan massa otot, namun konsumsi berlebihan dapat memberi tekanan tambahan pada ginjal.

Baca Juga  WARNING – KANKER: Nugget dan Sosis yang Sering Dimakan Anak Bisa Berdampak 20 Tahun Mendatang

Ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring sisa metabolisme protein. Jika asupan protein terlalu tinggi dalam waktu lama, risiko gangguan ginjal bisa meningkat.

Karena itu, penggunaan suplemen protein sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

6. Produk Pelurus Rambut

Produk pelurus rambut juga disebut dapat berdampak pada kesehatan ginjal.

Beberapa bahan kimia seperti asam glioksilat yang terkandung dalam produk pelurusan rambut dapat terserap melalui kulit kepala saat proses perawatan berlangsung.

Paparan zat tersebut dalam jangka panjang diduga dapat memicu cedera ginjal akut.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal

Menjaga kesehatan ginjal tidak hanya dilakukan dengan pola makan sehat, tetapi juga melalui kebiasaan sehari-hari yang lebih aman.

Masyarakat diimbau lebih teliti dalam menggunakan produk kesehatan maupun kecantikan, serta menghindari konsumsi berlebihan terhadap obat dan suplemen tertentu.

Deteksi dini dan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan ginjal sejak awal. (*)