BeritaPeristiwa

Mencoreng Pariwisata Padang, Mobil Pengunjung Pantai Padang di Lempari Juru Parkir

×

Mencoreng Pariwisata Padang, Mobil Pengunjung Pantai Padang di Lempari Juru Parkir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260221 WA0000

ZONAPUBLIS- Seorang pengunjung, Sisca (46), mengaku mengalami pelemparan batu terhadap mobilnya saat singgah sejenak di kawasan Pantai Padang, Kota Padang, Jumat (20/2/2026).

Insiden itu terjadi setelah dirinya terlibat adu argumen dengan seorang juru parkir ketika berhenti di tepi pantai, tidak jauh dari posko Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang.

Sisca menuturkan, awalnya ia menghentikan kendaraan di pinggir kawasan pantai untuk menikmati pemandangan laut bersama anaknya.

Ia sempat turun sebentar, lalu kembali masuk ke dalam mobil untuk membalas pesan di telepon seluler.

“Saya hanya berhenti sebentar karena anak saya minta berhenti, dan membalas pesan-pesan di HP. Lalu didatangi juru parkir dan diminta membayar. Saya jelaskan cuma singgah sebentar, bukan mau parkir, tapi terjadi adu argumen dan saya diminta pergi. Saya sebut, saya sedang pakai handphone, belum bisa pergi. Tapi dia bersikeras menyuruh saya pergi. Saya tidak mau,” kata Sisca.

Baca Juga  Kemensos Tunda Penyaluran Bansos kepada 1,49 Juta KPM yang Terindikasi Terlibat Judi Online

Menurutnya, juru parkir tersebut menyampaikan bahwa penarikan parkir dilakukan karena harus menyetor kepada Dinas Perhubungan Kota Padang.

Setelah percakapan berakhir, Sisca mengaku tetap berada di dalam mobil untuk menyelesaikan aktivitasnya di ponsel.

Tidak lama kemudian, mobilnya tiba-tiba dilempari batu berukuran cukup besar. Ia mengaku terkejut, sementara anaknya merasa ketakutan.

Merasa terancam, Sisca meminta bantuan petugas Satgas Pantai yang berada di posko terdekat. Salah seorang petugas Satgas bernama Rizky menyebut bahwa pernyataan oknum juru parkir terkait setoran tersebut dinilai mengada-ada.

Rizky menegaskan, keberadaan Satpol PP di kawasan Pantai Padang bertujuan menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan bagi masyarakat maupun pengunjung.

Sisca menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan keberadaan maupun regulasi parkir. Namun menurutnya, aturan harus disosialisasikan secara jelas dan tidak disertai tindakan intimidatif terhadap masyarakat yang hanya singgah sesaat.

Baca Juga  Bengkulu Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 4,9 Dini Hari

“Saya bukan tidak mau bayar parkir. Saya juga sering bayar, bahkan kadang lebih. Tapi kalau hanya berhenti sebentar di pinggir jalan dan berada di dalam mobil untuk menggunakan ponsel, apakah itu langsung dianggap parkir? Yang saya harapkan aturan jelas dan tidak ada kekerasan,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan adanya ucapan bernada menyinggung dari pelaku, serta insiden pelemparan batu yang dinilai menimbulkan rasa takut dan berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung kawasan wisata.

Sisca berharap kejadian serupa tidak terulang dan pengawasan terhadap aktivitas parkir di kawasan wisata dapat ditingkatkan agar masyarakat maupun wisatawan tetap merasa aman di ruang publik.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, saat dihubungi mengatakan petugas Satgas Pantai memang ditempatkan untuk memonitor dan melakukan pengawasan di sepanjang kawasan pantai.

“Tidak ada pembenaran atas tindakan yang terjadi tersebut. Saat ini kami juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Padang terkait pemberitaan ini, sehingga ke depannya menjadi bahan evaluasi dan peningkatan keamanan,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemko Padang Rencanakan Pembangunan Rumah Warga yang Hanyut Akibat Banjir Bandang

Menanggapi kejadian itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menegaskan tindakan kekerasan di kawasan wisata tidak dapat dibenarkan dan perlu penertiban.

“Hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Harus ada penertiban. Ini kan kota, punya etika. Untuk biaya parkir memang betul ada penyetoran ke Dishub, tetapi ada aturannya dalam memungut parkir,” ujarnya.

Muharlion menilai, tindakan anarkis, terlebih jika sampai ada aksi pelemparan batu terhadap kendaraan pengunjung, merupakan perilaku yang tidak etis dan berpotensi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Pantai Padang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons atas konfirmasi awak media terkait insiden tersebut.