BeritaPeristiwa

Ops SAR Banjir di Pasaman, Dua Warga Terseret Arus Sungai

×

Ops SAR Banjir di Pasaman, Dua Warga Terseret Arus Sungai

Sebarkan artikel ini
IMG 20260415 WA0002

ZONAPUBLIS- Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban hanyut akibat banjir di Sungai Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada Selasa (14/4/2026) pukul 19.03 WIB.

“Informasi awal kami terima dari Wali Nagari terkait adanya dua warga yang terseret arus sungai saat banjir melanda kawasan tersebut,” ujar Abdul Malik.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap. Sebuah mobil yang ditumpangi korban terjebak, dan saat korban berupaya keluar dari kendaraan, keduanya justru terseret arus sungai yang deras.

Baca Juga  Baling-baling KMP Gambolo Terbelit Tali di Selat Mentawai, 97 Penumpang Selamat

Dua korban diketahui bernama Dewi Hayati (50), perempuan, yang saat ini masih dalam pencarian, serta Meji Ardi (37), laki-laki, yang dilaporkan meninggal dunia.

Jarak dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman ke lokasi kejadian diperkirakan sekitar 36,5 kilometer secara garis lurus dan 76,4 kilometer melalui jalur darat, dengan waktu tempuh sekitar tiga jam.

Operasi SAR dilanjutkan pada Rabu (15/4/2026) pukul 07.30 WIB dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, SRU 2 menyisir aliran sungai menggunakan perahu rafting sejauh 2 kilometer, dan SRU 3 melakukan penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai dengan jarak yang sama.

Baca Juga  Hujan Deras di Agam, 17 Warga Tanjung Raya Dievakuasi Tim SAR

Dalam operasi ini, tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya rescue car, perahu karet (LCR) dengan motor tempel, perahu rafting, perlengkapan SAR air, medis, komunikasi, serta peralatan evakuasi.

Sebanyak 79 personel gabungan terlibat dalam operasi ini, terdiri dari Pos SAR Pasaman, BPBD Kabupaten Pasaman, Polsek Bonjol, TNI, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Alahan Mati, serta masyarakat setempat.

Abdul Malik menambahkan, proses pencarian terkendala oleh kondisi cuaca yang masih hujan ringan serta arus sungai yang cukup deras.

Baca Juga  DPRD Sumbar Siap Lakukan Pergeseran Anggaran untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

“Tim di lapangan tetap berupaya maksimal dengan memperhatikan keselamatan personel, mengingat kondisi arus yang cukup kuat,” tutupnya.