ZONAPUBLIS – Spekulasi bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 mulai memanas. Gelandang serang andalan Semen Padang FC, Pedro Matos, dikabarkan masuk dalam radar incaran raksasa Jawa Timur, Persebaya Surabaya.
Rumor ini mencuat ke permukaan setelah akun informasi sepak bola, Gossindo, mengunggah ketertarikan Bajul Ijo terhadap pemain asal Portugal tersebut.
Pedro Matos, yang bergabung dengan Kabau Sirah sejak 1 Juli 2025, dikenal sebagai pemain tengah yang kreatif. Pemain kelahiran 11 Mei 1998 ini memiliki tinggi badan 1,75 meter dengan kaki kanan sebagai kekuatan utamanya.
Kelebihan utama Matos terletak pada fleksibilitas posisinya. Meski posisi aslinya adalah gelandang serang, pemain berusia 27 tahun ini mahir berperan sebagai gelandang tengah maupun sayap kanan.
Kemampuan multifungsi inilah yang dinilai mampu memberikan dimensi strategi baru bagi tim yang dibelanya.
Berdasarkan data yang dirilis, Pedro Matos memiliki nilai pasar yang menyentuh angka Rp2,17 miliar. Kontribusinya bagi Semen Padang FC musim ini sangat krusial, dengan catatan sebagai berikut:
-
Penampilan: 15 kali bermain (82% sebagai starter).
-
Produktivitas: Mencetak 1 gol dan memberikan 4 assist.
-
Keterlibatan Gol: Terlibat langsung dalam 42% dari total gol yang diciptakan Semen Padang FC musim ini.
Angka-angka tersebut membuktikan peran vitalnya sebagai pengatur ritme permainan sekaligus motor serangan tim dari lini tengah.
Persebaya Surabaya disebut-sebut membutuhkan sosok pemain kreatif yang bisa mengontrol tempo sekaligus menjadi ancaman dari lini kedua. Karakteristik Pedro Matos dianggap sangat pas untuk mengisi kebutuhan tersebut.
Hingga saat ini, baik manajemen Persebaya Surabaya maupun Semen Padang FC belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar ini. Status perpindahan Matos masih sebatas rumor yang ramai dibicarakan di media sosial.
Bagi Semen Padang FC, kehilangan Matos tentu menjadi tantangan besar mengingat perannya yang sangat sentral sepanjang musim berjalan.
Publik kini menanti, apakah Pedro Matos akan tetap bertahan di Indarung atau memulai petualangan baru bersama Persebaya Surabaya di sisa musim kompetisi. (*)














