BeritaSeni & Budaya

Pemprov Sumbar Resmikan Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib di Sekolah

×

Pemprov Sumbar Resmikan Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib di Sekolah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260125 WA0000

ZONAPUBLIS- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan Silek Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat.

Kebijakan strategis ini dilaunching langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang berakar pada adat dan budaya Minangkabau.

Launching program dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, dan diikuti secara daring oleh ribuan pelajar, satuan pendidikan, serta jajaran Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, Sabtu (24/1/2026).

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar mengajarkan bela diri, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan etika, adab, dan jati diri generasi muda Minangkabau.

Baca Juga  Gubernur Banten ke PWI Sumbar: Saya Tak Pernah Tutupi Identitas Minang

“Hari ini kita tidak lagi berbicara wacana. Silek Tradisi Minangkabau resmi kita hadirkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ini adalah kebanggaan Ranah Minang yang harus kita hidupkan bersama,” tegas Vasko.

Menurutnya, silek tradisi Minangkabau sarat dengan nilai-nilai luhur adat, musyawarah, etika sosial, serta spiritualitas yang sejalan dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Melalui jalur pendidikan formal, nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat sejak usia sekolah.

“Silek bukan hanya soal gerak fisik. Di dalamnya ada adab, ada etika, ada cara membangun hubungan sosial yang berakar pada budaya. Inilah yang ingin kita wariskan kepada generasi muda Sumatera Barat,” ujarnya.

Baca Juga  Hebat! Siswa SD Asal Boyolali Dapat Apresiasi NASA Usai Temukan Celah Keamanan Sistem

Vasko juga menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk mengembalikan kejayaan silek tradisi Minangkabau yang sempat tergerus oleh perkembangan zaman. Ia berharap melalui generasi muda, silek Minangkabau kembali populer dan menjadi identitas yang dibanggakan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2025. Namun, sebelumnya belum memiliki standar pembelajaran yang seragam.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Hentikan Sementara Tambang Batuan di Lubuk Alung, Dua Pemegang SIPB Langgar Ketentuan

“Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler silek tradisi, pelaksanaannya kini dapat berjalan terstruktur dan seragam di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat,” jelas Habibul.

Ia menambahkan, ekstrakurikuler silek tradisi terintegrasi dengan program wajib lainnya di sekolah, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal.