ZONAPUBLIS Belajar bahasa Inggris sejak usia dini dipandang penting dan bermanfaat, baik untuk perkembangan kognitif, kesiapan pendidikan, maupun kesempatan di masa depan. Namun para pakar menegaskan bahwa metode pengajaran harus tetap ringan, berpusat pada anak, dan tidak menghilangkan waktu bermain.
Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya lebih cepat mengenal bahasa Inggris, tetapi juga tumbuh menjadi pembelajar yang percaya diri dan adaptif di era global.
Menurut Erika Levy, Ph.D., asisten profesor di Teachers College, Columbia University, balita usia 2–3 tahun mampu mengembangkan keterampilan bahasa dengan sangat cepat, sehingga belajar bahasa asing (termasuk bahasa Inggris) di usia dini bisa jadi sangat efektif.
Dikutip dari berita Antara News, menurut Rina Sekartini, Prof. di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam diskusi tentang bilingualisme menyampaikan bahwa anak-anak yang diajari lebih dari satu bahasa sejak kecil dapat menjadi lebih peka dalam memilih kata dan memahami konteks komunikasi, menunjukkan adanya manfaat linguistik dan kognitif.
Boleh saja memberikan pendidikan diusia dini namun dengan cara yang disukai anak misalkan melalui metode bernyanyi sambil belajar, bercerita, dan interaksi alami, sehingga belajar tidak menjadi beban bagi anak dan tidak membatasi fase bermain terhadap mereka terutama usia balita.







