BeritaLifestyle

Pakaian Sisa Ekspor Marak di Indonesia, Jadi Buruan karena Murah dan Berkualitas

×

Pakaian Sisa Ekspor Marak di Indonesia, Jadi Buruan karena Murah dan Berkualitas

Sebarkan artikel ini
180163de 93e4 4645 b254 8db87bf6ff3f

ZONAPUBLIS – Penjualan pakaian sisa ekspor semakin marak di berbagai daerah di Indonesia. Produk yang dijual melalui toko fisik, pasar, hingga platform belanja daring ini menarik perhatian masyarakat karena menawarkan kualitas yang dinilai baik dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk bermerek di pusat perbelanjaan.

Istilah pakaian sisa ekspor merujuk pada produk garmen yang awalnya diproduksi untuk pasar luar negeri, namun tidak jadi dikirim ke negara tujuan karena berbagai alasan, seperti kelebihan produksi, perubahan pesanan, hingga pembatalan kontrak.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Pastikan TKD 2026 Daerah Bencana Tak Dipotong

Pemilik toko pakaian yang menjual pakaian sisa ekspor di Tanah Abang Jakarta, Rina Putri, mengatakan permintaan terhadap pakaian sisa ekspor meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Konsumen sekarang lebih teliti dalam memilih pakaian. Mereka mencari bahan yang bagus tetapi dengan harga yang terjangkau. Produk sisa ekspor menjadi pilihan karena kualitasnya dianggap lebih baik,” ujarnya.

Menurut Rina, harga pakaian sisa ekspor dapat mencapai 30 hingga 70 persen lebih murah dibandingkan produk yang dijual di pusat perbelanjaan.

Salah seorang konsumen, Novalia (36 tahun) mulai melirik usaha penjualan baju sisa ekspor karena peminatnya cukup banyak. Dirinya pribadi juga mengaku rutin membeli pakaian sisa ekspor karena kualitas bahan yang dinilai nyaman.

Baca Juga  Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Dibagi Dua Segmen, Akan Dilengkapi Terowongan dan Jembatan Panjang

“Saya sering membeli kaus dan kemeja sisa ekspor karena bahannya lebih tebal dan jahitannya rapi. Harganya juga lebih hemat dibandingkan produk di mal,” katanya.

Meski demikian, konsumen diminta tetap berhati-hati ketika membeli produk yang diklaim sebagai sisa ekspor. Tidak semua barang yang dipasarkan dengan label tersebut benar-benar berasal dari produksi ekspor.

Terkadang beberapa supplier pakaian mengatasnamakan produk pakaiannya sebagai sisa ekspor sebagai teknik marketing.

Maraknya penjualan pakaian sisa ekspor dinilai memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memperoleh produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, transparansi mengenai asal produk dan kondisi barang tetap menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Baca Juga  Warga Antusias Antarkan Putranya Ikut Khitanan Gratis di Baznas Kota Padang

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk fesyen berkualitas dan ekonomis, pasar pakaian sisa ekspor diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.