ZONAPUBLIS- Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kota Padang berpotensi diperpanjang menyusul kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah dan kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerapkan pembelajaran dari rumah bagi peserta didik PAUD/TK, SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Kebijakan tersebut berlaku pada 9 hingga 11 September 2026 sebagai langkah mitigasi terhadap memburuknya kualitas udara.
Berdasarkan keterangan Disdikbud Kota Padang, keputusan mengenai pembelajaran pada pekan berikutnya akan melihat perkembangan kualitas udara hingga Minggu, 13 September 2026. Apabila kondisi udara masih berada pada kategori merah hingga hitam, PJJ akan diperpanjang. Sebaliknya, jika kualitas udara membaik ke kategori kuning, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, sebelumnya juga memberikan perhatian serius terhadap dampak kabut asap terhadap peserta didik. Ia meminta pemerintah memastikan keselamatan anak-anak menjadi prioritas apabila kualitas udara masih buruk.
Muharlion sebelumnya mendorong Pemko Padang untuk menyediakan perlindungan bagi siswa dan guru, termasuk masker, serta mempertimbangkan pembelajaran daring apabila kondisi kabut asap berisiko terhadap kesehatan. (Spirit Sumbar)
Keputusan Ditunggu Masyarakat
Kebijakan PJJ sebelumnya diambil setelah kualitas udara Kota Padang sempat berada pada kategori berbahaya. Pada 8 September 2026, Pemko Padang mencatat indeks kualitas udara mencapai 430 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 290,2 µg/m³. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah mengalihkan pembelajaran tatap muka ke sistem daring untuk melindungi peserta didik. (Padang Portal)
Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan kualitas udara sebelum menentukan apakah siswa kembali belajar di sekolah atau melanjutkan PJJ.
Jika kualitas udara membaik hingga kategori kuning, sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun apabila kondisi masih berada pada kategori merah atau hitam, pembelajaran daring akan diperpanjang. (Langgam)
Keputusan tersebut menjadi perhatian para orang tua, terutama karena siswa SD dan SMP dalam waktu dekat akan menghadapi ujian tengah semester. Pihak Disdikbud berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal.
Orang Tua Diminta Tetap Waspada
Selama kondisi udara belum membaik, masyarakat diminta membatasi aktivitas anak di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi pemerintah mengenai kualitas udara.
PJJ sendiri bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Siswa tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah sesuai arahan sekolah, sementara keputusan untuk kembali ke sekolah akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
Dengan kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian, masyarakat Kota Padang kini menunggu keputusan resmi Pemko Padang terkait apakah PJJ akan diperpanjang atau kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka pada pekan mendatang.














