ZONAPUBLIS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang kembali menjadi laboratorium ilmiah bagi dunia akademis. Sebanyak 74 mahasiswa beserta dosen pembimbing dari Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) menggelar kuliah umum dan praktik lapangan di lapas tersebut, Sabtu (6/6/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk menyinkronkan teori hukum yang didapat di bangku perkuliahan dengan realitas penegakan hukum serta sistem pemasyarakatan secara langsung.
Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Davinci Talesa, menyambut hangat kehadiran para calon penegak hukum tersebut. Menurutnya, lapas adalah ruang belajar yang tepat bagi mahasiswa, khususnya yang mendalami hukum pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM).
“Di sinilah tempat yang benar-benar tepat bagi mereka untuk melihat langsung realitas di lapangan. Materi yang kami berikan meliputi pengenalan lapas, program pembinaan kepribadian dan kemandirian, hingga hak serta kewajiban dari warga binaan,” ujar Ronaldo.
Dosen pengampu sekaligus akademisi Departemen Hukum Pidana FH Unand, Edita Elda, menjelaskan bahwa puluhan mahasiswa yang hadir berasal dari lintas jenjang dan program studi. Mereka terdiri dari mahasiswa S1 kelas Hukum Pidana dan Kriminologi, serta mahasiswa S2 Program Magister Dinamika Hukum Pidana dan HAM.
Edita memaparkan bahwa setiap disiplin ilmu memiliki fokus pengamatan yang spesifik, di mana kelas Kriminologi berfokus mempelajari latar belakang perilaku kejahatan dan korelasinya dengan program pembinaan lapas demi mewujudkan reintegrasi sosial, sedangkan program Magister (S2) lebih menitikberatkan pada analisis pembatasan HAM warga binaan serta pemenuhan fasilitas oleh negara.
“Materi pokok kami mencakup hukum pidana, pertanggungjawaban pidana, hingga pembinaan pidana. Kami membawa mahasiswa ke sini untuk mendapatkan kuliah praktisi langsung dari Kalapas, karena muara dari tujuan pemidanaan itu ada di sini,” kata Edita.
Sinergi antara dunia akademis dan praktisi hukum ini bukan yang pertama kali dilakukan. Edita menyebutkan bahwa program kuliah lapangan ke Lapas Padang ini merupakan agenda tahunan yang telah terjaga konsistensinya selama beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun keempat. Kami setiap tahun rutin membawa mahasiswa kami ke sini,” tuturnya.
Agenda kuliah umum tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Para mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk berdialog langsung dengan Kalapas Padang mengenai dinamika pembinaan, tantangan nyata, serta tata kelola pemasyarakatan terkini.














