Lifestyle

Saksi Bisu Zaman Penjajah, Hutan Jati Berusia 137 Tahun di Subah Masih Berdiri Kokoh

×

Saksi Bisu Zaman Penjajah, Hutan Jati Berusia 137 Tahun di Subah Masih Berdiri Kokoh

Sebarkan artikel ini
BARUU

ZONAPUBLIS – Menengok kawasan Peta 35 di BKPH Subah Batang Jawa Tengah, bikin takjub Gen Z dan Gen Milenial.

Karena di kawasan ini ada 5,2 hektar hutan jati yang pohon ditanam sejak tahun 1889, waoo..

Pohon jati waktu itu ditanam anak bangsa dibawah kokangan bangsa penjajah waktu itu. Kini tapak-tapak itu sudah menjulang tinggi dengan lingkaran 310 centimeter.

“Pohon Jati umur uzur itu jumlahnya lebih 100 batang pohon, diameternya 310 centimeter, jenis jatinya tektona grandis,”ujar Kadivre Regional Jawa Tengah Asep Dedi Mulyadi, Selasa 3/6-2026.

Baca Juga  Enam Zodiak Beruntung di Akhir Tahun 2025, Zodiakmu Salah Satunya?

Sekilas tentang Pohon Jati, memang pohon tua banget, disemai 1 tahun, ditanam 50 tahun baru bisa ditebang atau dipanen.

Di era penjajah tenang di usia pohon 80 sampai 100 tahun, keburuan tuir kita nih gaes.
Daun Pohonnya Saja Dieksapor ke Jepang

Menurut orang Perhutani Kendal Pohin Jati banyak bisa diambil mamfaatnya.

“Batang, ranting dan daun bisa punyai nilai ekonomis,”ujar Sekretaris Divisi Regional Perhutani Jawa Tengah, Agus SG di sela sela peninjauan persemaian jati bersama Dewas Perhutani Khairul Jasmi.

Baca Juga  Kato Nan Ampek Jadi Pedoman Bangun Rumah Tangga Sakinah

Ranting digunakan senagai kayu bakar pengganti gas atau minyak.

“Kata orang tua jawa, menanak nasi dengan ranting kayu jati dibakar, hhmmm enak tenann,”ujar Agus.

Etis daun pohon jati banyak manfaatnya, mulai kompos bokasi dan jadi wadah nasi bungkus.

“Daun pohon jati ini diekspor ke Jepang,” ujar Agus. (*)