ZONAPUBLIS – Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol masih melakukan pendalaman terkait insiden peluru nyasar yang menyebabkan dua orang terluka di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, mengatakan pihaknya telah menemukan satu proyektil di tubuh salah satu korban yakni pada bagian paha korban atas nama Nova Wirasakti dan saat ini tengah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengungkap asal-usul proyektil tersebut.
Menurut Taufiq, kedua korban yang diketahui bernama Guruh Guwino dan Nova Wirasakti telah mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo Padang. Dari hasil pemeriksaan medis, tim dokter menemukan satu proyektil yang bersarang di paha Nova Wirasakti.
“Proyektil yang ditemukan memiliki kaliber 9 milimeter yang diduga berasal dari senjata api jenis pistol. Saat ini proyektil tersebut sedang menjalani uji balistik untuk mengetahui kecocokannya dengan senjata yang digunakan personel saat latihan menembak,” ujar Taufiq.
Ia menjelaskan, pada waktu yang hampir bersamaan dengan kejadian, memang terdapat kegiatan latihan menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Lapai, Kota Padang. Namun demikian, pihak TNI belum dapat menyimpulkan adanya keterkaitan langsung antara latihan tersebut dengan insiden yang terjadi di kawasan kampus UNP.
“Proses investigasi masih berjalan. Kami melakukan pendalaman secara menyeluruh, termasuk mencocokkan proyektil yang ditemukan dengan senjata yang digunakan dalam latihan. Jarak antara lapangan tembak dan lokasi kejadian lebih dari 800 meter, sehingga seluruh aspek teknis masih harus dikaji secara cermat,” katanya.
Selain fokus pada proses investigasi, TNI juga memastikan penanganan terhadap kedua korban menjadi prioritas. Kondisi kesehatan Guruh Guwino dan Nova Wirasakti dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan perawatan medis.
Kapendam menegaskan seluruh biaya pengobatan dan perawatan kedua korban akan ditanggung penuh oleh TNI hingga keduanya dinyatakan sembuh.
“Kami memastikan korban mendapatkan perawatan terbaik dan seluruh biaya pengobatan ditanggung sampai tuntas. Saat ini kondisi keduanya terus membaik,” ungkapnya. (*)











