ZONAPUBLIS – Kondisi kebersihan di Fly Over Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini tengah menjadi sorotan tajam.
Sebagai akses utama sekaligus gerbang masuk menuju Provinsi Sumatera Barat, infrastruktur vital ini justru terlihat kumuh akibat tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalur tersebut.
Menurut warga yang tengah olahraga pagi, Rinaldi (50) di lokasi mengatakan bahwa berbagai jenis limbah memenuhi area fly over, mulai dari sampah plastik, botol minuman bekas, sisa kemasan makanan, hingga popok bayi (diapers).
“Fenomena ini dianggap sangat kontras dengan citra Ranah Minang yang selama ini dikenal karena keindahan alam dan nilai budayanya,” katanya, Senin (5/1).
Menurutnya, kondisi ini memicu kekecewaan dari sejumlah pengguna jalan yang melintas.
Rinaldi, salah satu pengguna jalan, menyayangkan kurangnya perhatian terhadap kebersihan kawasan yang memiliki nilai strategis sebagai simbol penyambutan tamu dan wisatawan ini.
“Kebersihan kawasan fly over seharusnya menjadi perhatian serius, mengingat lokasinya yang strategis dan fungsinya sebagai jalur vital menuju bandara internasional,” ujar Rinaldi.
“Tumpukan sampah tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga dikhawatirkan memicu aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Rinaldi menambahkan, bahwa masyarakat meminta adanya langkah konkret dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan penataan kawasan dan pembersihan secara berkala.
Di sisi lain, rendahnya kesadaran publik dalam menjaga kebersihan juga menjadi faktor penyebab masalah ini.
Diperlukan upaya edukasi dan pengawasan yang lebih ketat agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Dengan pembenahan yang tepat, Fly Over BIM diharapkan dapat kembali bersih dan representatif sebagai wajah utama bagi setiap pendatang yang tiba di Sumatera Barat. (*)












