Peristiwa

Warga Sialang Hanyut di Sungai Pantai Lubna Limapuluh Kota, Basarnas Lakukan Pencarian

×

Warga Sialang Hanyut di Sungai Pantai Lubna Limapuluh Kota, Basarnas Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini
IMG 20251228 WA0046

ZONAPUBLIS – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Pantai Lubna, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (28/12/2025).

Korban diketahui bernama Mak Arus (57), warga Sialang. Peristiwa hanyutnya korban terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat korban berupaya menyeberangi sungai.

Namun, derasnya arus air membuat korban tidak mampu mencapai seberang dan akhirnya terseret arus sungai.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik melalui keterangan resminya mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota sekitar pukul 16.15 WIB.

Baca Juga  Banjir Melanda Nagari Saruaso Tanah Datar, Tim SAR Gabungan Evakuasi 5 Warga Terjebak

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Padang langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian.

“Tim rescue dari Pos SAR Lima Puluh Kota kami berangkatkan pada pukul 16.28 WIB dengan membawa perlengkapan SAR air dan evakuasi. Saat ini pencarian masih terus dilakukan,” ujar Abdul Malik.

Ia menjelaskan, tim SAR yang diterjunkan berjumlah tujuh personel dengan jarak tempuh darat sekitar 109 kilometer dari Pos SAR menuju lokasi kejadian, dengan estimasi waktu perjalanan kurang lebih tiga jam.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, Basarnas Padang mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya truk personel, kendaraan D-Max Box, perahu LCR beserta mesin tempel, perlengkapan SAR air, medis, komunikasi, serta peralatan evakuasi.

Baca Juga  Terlepas dari Pegangan Kakak, Anak Terseret Galodo di Gunung Talang

Abdul Malik menambahkan, arus sungai yang deras menjadi kendala utama dalam proses pencarian, diperparah dengan kondisi cuaca hujan dan kecepatan angin sekitar 8 knot.

Basarnas Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai pada musim hujan, mengingat potensi meningkatnya debit air dan arus yang membahayakan keselamatan.