Berita

500 Bibit Tanaman Disalurkan Mahasiswa KKN Unand untuk Hijaukan Nagari Mungo

×

500 Bibit Tanaman Disalurkan Mahasiswa KKN Unand untuk Hijaukan Nagari Mungo

Sebarkan artikel ini
500 Bibit Tanaman Disalurkan Mahasiswa KKN Unand untuk Hijaukan Nagari Mungo
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Periode II Tahun 2026 mengambil bagian dalam upaya penghijauan sekaligus penguatan potensi ekonomi

ZONAPUBLIS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Periode II Tahun 2026 mengambil bagian dalam upaya penghijauan sekaligus penguatan potensi ekonomi masyarakat Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Melalui program penanaman dan pembagian bibit, mahasiswa KKN Unand menyalurkan sebanyak 500 bibit tanaman kepada kelompok tani dan masyarakat setempat. Bibit tersebut terdiri dari tanaman kayu manis, petai, dan alpukat.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk menambah tutupan hijau di Nagari Mungo, tetapi juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat. Sejumlah tanaman yang dibagikan merupakan tanaman produktif yang dapat menghasilkan manfaat ekonomi ketika sudah memasuki usia panen.

Bibit Dijemput Langsung dari Persemaian Bukittinggi

Sebelum dibagikan kepada masyarakat, seluruh bibit dijemput langsung oleh mahasiswa KKN Unand ke Persemaian Permanen Bukittinggi milik Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Agam Kuantan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan program agar bibit yang diterima masyarakat dapat langsung dimanfaatkan dan ditanam di lokasi yang telah ditentukan.

Dari total 500 bibit, sebanyak 200 bibit kayu manis diperuntukkan bagi penghijauan kawasan wisata di Nagari Mungo.

Sebanyak 160 bibit kayu manis ditanam melalui kegiatan penanaman bersama di kawasan wisata Bukik Sigaluang. Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Lembah Sago dan masyarakat Jorong Bukik Gombak Situak.

Penanaman juga mendapat dukungan dari pemerintah nagari. Wali Nagari Mungo bersama perangkat nagari, para kepala jorong se-Nagari Mungo, kelompok tani, masyarakat sekitar, serta mahasiswa KKN turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, 40 bibit kayu manis lainnya ditanam di kawasan Bukit Cinta, salah satu kawasan wisata perbukitan yang berada tidak jauh dari Bukik Sigaluang.

Dengan demikian, total 200 bibit kayu manis diarahkan untuk memperkuat penghijauan di dua kawasan wisata tersebut.

Tak Hanya Penghijauan, Ada Potensi Ekonomi

Selain kayu manis, mahasiswa KKN juga menyalurkan bibit petai dan alpukat kepada masyarakat.

Sebanyak 50 bibit petai diberikan kepada lima kelompok tani di Nagari Mungo. Bibit tersebut diharapkan dapat dibudidayakan secara bersama-sama sehingga pengelolaannya lebih terarah dan manfaat ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga  Bertolak ke Rusia, Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Vladimir Putin di Moskow

Adapun bibit yang tidak dialokasikan untuk kelompok tani disalurkan langsung kepada masyarakat yang tidak tergabung dalam kelompok tani.

Masyarakat umum mendapatkan 160 bibit petai dan 90 bibit alpukat, sehingga jumlah bibit yang disalurkan kepada masyarakat di luar kelompok tani mencapai 250 batang.

Pembagian tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam program penghijauan sekaligus mengembangkan tanaman produktif di lahan masing-masing.

Tanaman seperti petai dan alpukat memiliki nilai ekonomi yang cukup potensial ketika sudah menghasilkan. Karena itu, program pembagian bibit tidak hanya dipandang sebagai kegiatan penghijauan sesaat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.

Kawasan Wisata Ikut Diperkuat

Pemilihan Bukik Sigaluang dan Bukit Cinta sebagai lokasi penanaman kayu manis juga memiliki nilai strategis.

Kedua kawasan tersebut merupakan bagian dari potensi wisata perbukitan yang dimiliki Nagari Mungo. Penambahan tanaman di kawasan wisata diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis sekaligus memberikan suasana yang lebih hijau dan asri bagi pengunjung.

Dalam jangka panjang, vegetasi yang tumbuh dengan baik dapat memberikan manfaat terhadap lingkungan, termasuk membantu menjaga kondisi tanah, mengurangi potensi erosi, serta mempertahankan kualitas kawasan perbukitan.

Di sisi lain, kawasan yang semakin hijau juga dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat yang berkunjung.

Dengan demikian, kegiatan mahasiswa KKN tidak hanya berhenti pada penyerahan bibit, tetapi diarahkan untuk menghubungkan aspek lingkungan, pertanian, dan pariwisata dalam satu program.

Menanam Hari Ini, Memetik Manfaat di Masa Depan

Program 500 bibit ini juga menunjukkan bahwa kegiatan KKN dapat diarahkan pada program yang manfaatnya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat.

Bibit yang ditanam membutuhkan perawatan sebelum tumbuh menjadi tanaman produktif. Karena itu, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat setelah kegiatan penanaman selesai.

Baca Juga  KKN Unand Ubah Limbah Kulit Pinang Jadi Pupuk Organik Cair di Nagari Mungo

Mahasiswa KKN Unand berharap masyarakat dan kelompok tani yang menerima bibit dapat menjaga serta merawat tanaman secara berkelanjutan. Pemeliharaan seperti penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, hingga memastikan tanaman tidak rusak menjadi bagian penting agar bibit yang telah diberikan benar-benar tumbuh.

Tanpa perawatan lanjutan, program pembagian bibit berisiko hanya menjadi kegiatan seremonial. Sebaliknya, apabila masyarakat ikut menjaga dan mengembangkannya, bibit tersebut dapat menjadi aset lingkungan sekaligus sumber manfaat ekonomi pada masa mendatang.

Dorong Penghijauan Lebih Besar di Nagari Mungo

Ketua KKN Unand Periode II Tahun 2026 di Nagari Mungo, Ridho, mengatakan kegiatan penanaman 500 bibit tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong gerakan penghijauan yang lebih luas dan berkelanjutan di Nagari Mungo.

Menurutnya, Nagari Mungo memiliki potensi pertanian yang besar sehingga masih terbuka banyak peluang untuk mengembangkan lahan melalui tanaman produktif maupun penghijauan.

“Harapan kami setelah kegiatan penanaman bibit ini bukan hanya sampai pada penanaman dan pembagian 500 bibit saja, tetapi bisa menjadi awal dari gerakan penghijauan yang lebih besar dan berkelanjutan di Nagari Mungo. Kami melihat Nagari Mungo memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan masih banyak lahan serta kawasan yang layak dikembangkan melalui penanaman tanaman produktif maupun penghijauan,” ujar Ridho.

Ia secara khusus menyebut kawasan wisata seperti Bukit Cinta dan Bukik Sigaluang sebagai wilayah yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui gerakan penghijauan.

“Khususnya di kawasan wisata seperti Bukit Cinta dan Bukik Sigaluang serta daerah lain yang memiliki potensi, kami berharap penanaman pohon dapat terus dilakukan dalam jumlah yang lebih banyak. Bibit yang sudah ditanam bersama kelompok tani dan masyarakat juga kami harapkan benar-benar dijaga dan dirawat agar dapat tumbuh dengan baik,” lanjutnya.

Ridho berharap penghijauan di Nagari Mungo ke depan tidak hanya berorientasi pada hutan komoditas atau produksi. Menurutnya, kawasan di sekitar lahan produksi juga perlu mendapatkan perhatian melalui penanaman pohon untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Baca Juga  Guna Tingkatkan Ekonomi Kreatif, Mahasiswa KKN UNAND Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Hidroponik di Nagari Pauah, Pasaman

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu untuk penanaman yang lebih besar lagi di Nagari Mungo. Bukan hanya untuk kebutuhan produksi, tetapi juga untuk alam, kawasan wisata, dan keberlanjutan lingkungan nagari. Kalau gerakan ini terus dilanjutkan bersama-sama, kami optimistis Nagari Mungo yang hijau dan memiliki lingkungan yang lebih asri bisa benar-benar terwujud,” tuturnya.

Mendorong Kesadaran Masyarakat terhadap Lingkungan

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui tindakan nyata.

Penghijauan tidak hanya berkaitan dengan menanam pohon, tetapi juga bagaimana tanaman tersebut dipelihara dan dipertahankan dalam jangka panjang.

Bagi kawasan perbukitan seperti Nagari Mungo, keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan. Penanaman di kawasan wisata juga dapat menjadi contoh bahwa pengembangan destinasi tidak harus mengorbankan fungsi ekologis.

Kehadiran kelompok tani dan masyarakat dalam kegiatan penanaman menjadi modal penting agar program tersebut dapat berlanjut setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.

Diharapkan Menjadi Program Berkelanjutan

Kelompok KKN Universitas Andalas Periode II Tahun 2026 di Nagari Mungo berharap 500 bibit yang telah disalurkan tidak berhenti sebagai angka dalam sebuah program.

Setiap bibit diharapkan dapat tumbuh menjadi tanaman yang memberikan manfaat nyata, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

Kayu manis yang ditanam di kawasan wisata diharapkan dapat memperkuat penghijauan dan keindahan kawasan. Sementara petai dan alpukat yang diberikan kepada kelompok tani dan masyarakat dapat dikembangkan menjadi tanaman produktif yang berpotensi memberikan tambahan penghasilan.

Program tersebut pada akhirnya memperlihatkan bahwa kegiatan mahasiswa di tengah masyarakat dapat diarahkan pada hasil yang lebih panjang: lingkungan yang lebih hijau, lahan yang lebih produktif, dan masyarakat yang semakin terlibat dalam menjaga potensi nagarinya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, kelompok tani, dan masyarakat, penghijauan Nagari Mungo diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

(zp/w)