ZONAPUBLIS- Sebanyak 101 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang mengikuti Program Pembinaan Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C secara gratis.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, mengatakan dari total 101 peserta, sebanyak 39 orang mengikuti Paket A, 34 orang Paket B, dan 28 orang Paket C.
Dari jumlah tersebut, 26 warga binaan merupakan warga Kota Padang, sedangkan sisanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“ Program pendidikan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan.” Katanya.
Seluruh tenaga pengajar didatangkan langsung dari PKBM sehingga proses pembelajaran dan ijazah yang diterbitkan memiliki legalitas yang sama dengan peserta pendidikan kesetaraan di luar lapas.
Ia menambahkan, durasi pendidikan mengikuti ketentuan PKBM, yakni sekitar satu hingga dua tahun, dengan sebagian besar peserta diperkirakan dapat menyelesaikan program dalam waktu sekitar satu tahun.
“Tak hanya sampai pendidikan kesetaraan, Lapas Kelas IIA Padang juga tengah menjajaki kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Kota Padang. Langkah tersebut bertujuan membuka kesempatan bagi warga binaan yang telah lulus Paket C untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” Katanya.
Menurut Ronaldo, penyelenggaraan pendidikan bagi warga binaan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menjamin hak atas pendidikan bagi setiap warga binaan. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden di bidang pendidikan serta menjadi bagian dari pelaksanaan 15 Perintah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatann.
“Harapan kami, mereka tidak hanya berpendidikan, tetapi juga menjadi pribadi yang terdidik. Dengan begitu, perubahan perilaku yang positif dapat terlihat selama menjalani pembinaan hingga saat mereka kembali ke masyarakat.” Katanya.














