Berita

Puluhan Tahun Tak Tersentuh, TPU Tunggul Hitam Akhirnya di Benahi, Pemko Padang Siapkan Rp5,8 Miliar

×

Puluhan Tahun Tak Tersentuh, TPU Tunggul Hitam Akhirnya di Benahi, Pemko Padang Siapkan Rp5,8 Miliar

Sebarkan artikel ini
Puluhan Tahun Tak Tersentuh, TPU Tunggul Hitam Akhirnya di Benahi, Pemko Padang Siapkan Rp5,8 Miliar
Kondisi pagar TPU Tunggul Hitam yang sudah rusak

ZONAPUBLIS — Kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang, tengah menjalani pembenahan infrastruktur. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,8 miliar untuk memperbaiki pagar keliling sekaligus meningkatkan sistem drainase di kawasan pemakaman tersebut.

Pekerjaan dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPU Kota Padang sebagai bagian dari program pengelolaan keanekaragaman hayati. Dua pekerjaan utama yang dilakukan yakni pembangunan dan peningkatan pagar keliling serta pembenahan drainase tersier.

Berdasarkan rincian anggaran, pekerjaan pagar keliling memiliki nilai kontrak Rp3.307.903.676. Sementara itu, peningkatan drainase tersier dialokasikan sebesar Rp2.512.219.859.

Jika digabungkan, nilai kedua proyek tersebut mencapai Rp5.820.123.535.

Pembiayaan proyek bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan bagian dari Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026. Kedua pekerjaan mulai dikerjakan pada 13 Juli 2026 dan memiliki waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Kepala UPTD TPU Kota Padang, Linda Afriani, mengatakan pembenahan dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki tampilan kawasan pemakaman, tetapi juga mengatasi persoalan genangan yang selama ini terjadi ketika debit air meningkat.

Baca Juga  Dorong Transparansi Anggaran Sekolah, Pemko Padang Gandeng Kejari

Menurut Linda, kawasan TPU Tunggul Hitam pernah terdampak genangan ketika terjadi luapan sungai. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memprioritaskan perbaikan drainase di sekitar kawasan tersebut.

“Waktu ada bencana kan TPU ini tergenang oleh air, luapan air sungai. Sekalian perbaikan drainase yang di pinggir sungai dan juga pembuatan pagar,” ujar Linda, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, salah satu sumber persoalan genangan berasal dari luapan Sungai Batang Kuranji yang berada di sekitar kawasan TPU. Karena itu, drainase di area tersebut diperbaiki agar aliran air dapat ditangani dengan lebih baik, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Selain persoalan genangan, kondisi pagar TPU Tunggul Hitam juga menjadi alasan dilaksanakannya proyek tersebut.

Linda menyebut pagar yang ada telah berusia cukup lama dan belum mendapatkan pembenahan secara menyeluruh selama bertahun-tahun. Sejumlah bagian bahkan mengalami kerusakan hingga roboh.

Baca Juga  Pesisir Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 3,1 Malam Ini

“Karena pagar ini sudah lama sekali tidak dilakukan perbaikan, sudah lama tidak tersentuh pembangunan sejak TPU berdiri,” katanya.

Menurut Linda, sebagian pagar telah bertahan sejak sekitar era 1970-an. Kondisi tersebut membuat pembenahan menjadi kebutuhan yang cukup mendesak untuk meningkatkan keamanan sekaligus menata kawasan pemakaman.

“Sudah sangat lama tidak tersentuh perbaikan dari tahun 70-an hingga sekarang. Dan baru sekarang ini dilakukan pekerjaan. Banyak juga pagar-pagar yang runtuh,” ujarnya.

Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp5,8 miliar, seluruh rangkaian proyek ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender. Pengerjaan yang dimulai pada pertengahan Juli tersebut diperkirakan rampung pada November 2026.

Linda berharap peningkatan drainase dapat mengurangi bahkan mengatasi persoalan genangan yang selama ini mengganggu kawasan TPU ketika hujan deras terjadi.

“Terkait dengan pembangunan renovasi dan pembangunan infrastruktur ini, saya berharap setelah dilakukan perbaikan drainase tidak terjadi lagi banjir apabila curah hujan tinggi,” tuturnya.

Baca Juga  608 Petugas Diterjunkan, Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Padang

Pembenahan juga diharapkan membuat lingkungan TPU Tunggul Hitam menjadi lebih tertata. Pagar baru yang mengelilingi kawasan pemakaman nantinya diharapkan memberikan tampilan yang lebih rapi sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan TPU secara keseluruhan.

“Kemudian dilakukan pembangunan infrastruktur TPU Tunggul Hitam ini menjadi indah, pagar sudah bagus,” kata Linda.

Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat dapat melihat perubahan kondisi TPU Tunggul Hitam, baik dari sisi infrastruktur maupun penataan lingkungan.

“Mudah-mudahan TPU akan lebih bagus lagi dilihat dalam pengerjaan ini,” pungkasnya.

Dengan adanya perbaikan drainase dan pagar keliling tersebut, pembenahan TPU Tunggul Hitam tidak hanya diarahkan untuk memperindah kawasan pemakaman. Infrastruktur yang diperkuat juga diharapkan mampu membuat kawasan tersebut lebih tertata dan mengurangi risiko genangan saat hujan deras maupun ketika terjadi luapan sungai. (red)