Berita

Mulai 7 September, Perumda Air Minum Padang Benahi Accelator 2 di Gunung Pangilun

×

Mulai 7 September, Perumda Air Minum Padang Benahi Accelator 2 di Gunung Pangilun

Sebarkan artikel ini
Mulai 7 September, Perumda Air Minum Padang Benahi Accelator 2 di Gunung Pangilun

ZONAPUBLIS – Perumda Air Minum Kota Padang dijadwalkan memulai pekerjaan perbaikan Accelator 2 di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun pada Senin, 7 September 2026.

Perbaikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pengolahan air. Pengerjaan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Noviardi Zein, mengatakan pekerjaan Accelator 2 dilakukan setelah sebelumnya perbaikan pada Accelator 1 rampung.

Menurutnya, perbaikan ini diperlukan untuk menjaga keandalan fasilitas produksi air, mempertahankan kualitas air yang dihasilkan, sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kepada pelanggan.

Baca Juga  HTT Padang Gelar Festival Kota Tua 2026, Usung Semangat “Urang Padang Jalan Barampek”

“Setelah Kementerian Pekerjaan Umum melalui PT Hutama Karya menyelesaikan checklist dokumen pelaksanaan pekerjaan, tahap berikutnya adalah pemulihan infrastruktur pada Accelator 2. Pekerjaan dimulai Senin, 7 September 2026,” ujar Noviardi Zein.

Distribusi Air Berpotensi Mengalami Penyesuaian

Selama proses perbaikan berlangsung, pelanggan di sejumlah wilayah pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang perlu mengantisipasi adanya perubahan pola distribusi air.

Penyesuaian tersebut dilakukan karena aktivitas perbaikan dapat memengaruhi operasional sistem pengolahan dan pendistribusian air selama pekerjaan berlangsung.

Perumda Air Minum Padang mengimbau pelanggan untuk memperhatikan informasi resmi mengenai jadwal dan wilayah yang terdampak selama masa pengerjaan.

Baca Juga  Warga Pusat Kota Padang Terdampak Penghentian Air Bersih Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Perbaikan Accelator 2 diharapkan dapat memperkuat kondisi infrastruktur IPA Gunung Pangilun sehingga sistem pengolahan air dapat kembali beroperasi secara lebih optimal setelah pekerjaan selesai. (*)